Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000/US$ di Luar Negeri, Respons MSCI

Redaksi
16 October 2026 07:31

Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah di pasar luar negeri (offshore) pada perdagangan Jumat (16/10/2026), lantaran pasar saham RI berpotensi dikeluarkan dari indeks saham global setelah MSCI menyatakan bahwa Indonesia dinilai tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang status pasar berkembang. 

Melansir Bloomberg, rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) sudah tembus Rp18.064/US$ pagi ini 07.15 WIB. Pasar keuangan merespons negatif pernyataan MSCI. Kemarin, rupiah offshore masih berada di kisaran Rp17.992/US$, lalu volatilitas rupiah berhasil ditekan ke level 17.944/US$. 

Rupiah di pasar luar negeri anjlok ke Rp18.048/US$ pada Jumat (16/10/2026). (Bloomberg)

MSCI saat ini, disebut sedang melakukan konsultasi atas usulan untuk mengklasifikasi ulang Indonesia sebagai pasar mandiri alias standalone market. 


Usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran mengenai disfungsi pasar dan minimnya bukti penegakan aturan yang efektif. Perubahan klasifikasi menjadi pasar mandiri berpotensi membuat investor menjual kepemilikan saham di Indonesia. 

Untuk diketahui, sejak pekan lalu pergerakan di pasar saham bergejolak hebat. Secara month-to-date (mtd) atau sepanjang bulan Oktober, investor melepas kepemilikannya di pasar saham sebesar US$212,5 juta, dan sejak awal tahun (ytd) senilai US$4,87 miliar.