Waspada, Rupiah Berisiko Tembus Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
16 October 2026 08:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Dari pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) rupiah anjlok cukup dalam langsung ke Rp18.065/US$ pada 07:15 WIB.
Pasar keuangan merespons negatif pernyataan MSCI yang mempertimbangkan penurunan indeks pasar saham Tanah Air. MSCI tidak cuma mempertimbangan status Indonesia sebagai Frontier Market, tetapi mengusulkan klasifikasinya sebagai Standalone Market.
Posisi Standalone Market merupakan ancaman yang lebih serius daripada turun ke Frontier Market seperti pertimbangan MSCI sebelumnya. Memang ini belum menjadi keputusan final. Proses konsultasi dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir diperkirakan keluar paling lambat 30 Juni 2027.
Arah reformasi pasar modal Indonesia dan bukti bahwa efektivitas reformasi itu akan jadi faktor pertimbangan penting untuk menentukan hasil peninjauan MSCI.
Walaupun belum final, sentimen itu menambah daftar panjang tekanan yang akan dihadapi rupiah hari ini. Sebelumnya, rupiah menghadapi sentimen negatif usai rilisnya sejumlah data ekonomi yang rilis pada Oktober.


























