Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Berpeluang Menguat Usai Kekhawatiran Valuasi AI Mereda

News
16 October 2026 06:25

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada Jumat (16/10) seiring meredanya kekhawatiran terhadap valuasi saham kecerdasan buatan (AI) yang dinilai terlalu tinggi. Dengan demikian, pasar saham kawasan ini berpeluang mencatat kenaikan mingguan pertama setelah melemah selama empat hari berturut-turut.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia mengindikasikan penguatan saat pembukaan perdagangan, sementara kontrak berjangka saham AS relatif tidak berubah. Pergerakan ini menyusul sesi perdagangan yang bergejolak di Wall Street, ketika saham-saham produsen semikonduktor berhasil memangkas kerugian tajam setelah CEO Nvidia Corp Jensen Huang membela kondisi keuangan CoreWeave Inc, perusahaan pemasok komputasi AI. Indeks Philadelphia Semiconductor sempat anjlok hingga 4,4% sebelum memangkas penurunannya.


Harga minyak AS stabil setelah minyak mentah Brent bergerak naik-turun, seiring pelepasan baru cadangan minyak darurat mengimbangi meningkatnya risiko pasokan, mulai dari Selat Hormuz hingga Laut Hitam.

Aksi jual saham sepanjang pekan ini mendorong sebagian investor beralih ke obligasi sebagai aset yang lebih aman. Imbasnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) acuan bertenor 10 tahun turun menjadi 5,07%. Obligasi pemerintah AS menguat di berbagai tenor pada Kamis, sehingga imbal hasilnya sempat merosot 12 hingga 15 basis poin ke level terendah dalam beberapa pekan. Dolar melemah, sementara harga emas naik seiring penurunan imbal hasil Treasuries.

Pergerakan S&P 500. (Sumber: Bloomberg)