Presiden Donald Trump berupaya menekan tingginya harga bensin dan lonjakan harga solar di dalam negeri. Kenaikan biaya energi akibat perang AS terhadap Iran menjadi salah satu kekhawatiran utama pemilih menjelang pemilihan paruh waktu AS bulan depan.
“Konflik ini kemungkinan akan meningkat,” kata para analis Eurasia Group dalam sebuah catatan, seraya menaikkan probabilitas eskalasi konflik menjadi 65% dari sebelumnya 35%. “Situasi kebuntuan saat ini tidak lagi dapat dipertahankan oleh AS.”
Secara terpisah, persediaan minyak mentah AS turun 8,6 juta barel pada pekan lalu, penurunan terbesar sejak Februari. Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), penurunan tersebut antara lain disebabkan oleh penghentian sementara produksi akibat Badai Isaias, aktivitas kilang yang tinggi, serta ekspor yang kuat.
Sementara itu, persediaan minyak hasil penyulingan (distillates), termasuk solar, turun 2,5 juta barel ke level terendah baru untuk periode musiman tersebut.
Harga:
-
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 0,3% menjadi US$97,64 per barel pada pukul 06.03 waktu Singapura.
-
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 0,1% dan ditutup di US$105,92 per barel pada Kamis.
(bbn)




























