Dalam TEI 2026, sebanyak 30 peserta menampilkan produk di booth Astra. Jumlah tersebut terdiri dari 20 Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan Yayasan Astra, YDBA, serta Grup Astra. Selain itu, tujuh Desa Sejahtera Astra turut memamerkan produknya di booth Desa BISA Ekspor milik Kementerian Perdagangan.
Astra juga menghadirkan 25 produk UMKM binaan Astra dan Yayasan Astra-YDBA lainnya di booth perusahaan. Produk yang ditampilkan mencakup komoditas pertanian, hasil olahan pangan, minuman, hingga produk teh artisan yang memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar internasional.
Astra Perkuat Kesiapan UMKM Menembus Pasar Global
Salah satu komoditas yang menjadi andalan dalam pameran tersebut adalah kopi. Produk yang ditampilkan mencakup biji kopi hijau atau green bean serta kopi bubuk Arabika dan Robusta dari sejumlah Desa Sejahtera Astra.
Daerah penghasil kopi yang berpartisipasi antara lain Desa Bajawa, Cikoneng, Takengon, Cikajang, Agam, Lampung Barat, Pagar Alam, serta Pakenjeng di Garut. Selain itu, produk kopi juga berasal dari UMKM binaan Astra, yakni Mucrova Indonesia, Koperasi Marangkai Sejahtera, CV Banyu Hitam Abadi, dan PT Bibit Baik Indonesia.
Pada kategori teh, Astra menghadirkan produk loose leaf tea, artisan tea, dan tea blend. Produk tersebut berasal dari PT Tiga Ekarasa Harmoni melalui merek Teapotto serta PT Tsurayaa Pratama Intl., yang merupakan UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA.
Sementara itu, komoditas kakao mencakup biji kakao fermentasi, cocoa nibs, dan cocoa paste. Produk tersebut berasal dari Desa Sejahtera Astra di Tabanan, Sikka, dan Berau, serta PT Windah Berkah Sejahtera.
Ragam produk lainnya mencakup minuman herbal, gula kelapa, coconut aminos, mentega, gelato, hingga makanan ringan seperti keripik tempe, abon, dan kukis. Keberagaman tersebut mencerminkan potensi produk berbasis sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan karakteristik berbeda.
Produk-produk yang dibawa ke TEI 2026 disiapkan untuk menjangkau pasar internasional, antara lain Singapura, Jepang, Belanda, Vietnam, Italia, China, India, Argentina, Bahrain, Spanyol, Thailand, Kaledonia Baru, Taiwan, Aljazair, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Prancis.
Kehadiran pelaku usaha dalam pameran perdagangan internasional juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli, menjajaki kerja sama bisnis, serta memperoleh masukan mengenai kebutuhan pasar. Bagi UMKM, peluang tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan dagang yang lebih luas.
Astra menjalankan pendampingan ekspor melalui program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dilaksanakan bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Program tersebut mencakup sejumlah tahapan, mulai dari kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi, hingga business pitching dan business matching. Tahapan ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan produk dan meningkatkan kemampuan dalam menjajaki peluang bisnis lintas negara.
Pendekatan tersebut menempatkan pengembangan kapasitas sebagai bagian penting dari proses perluasan pasar. Pelaku usaha tidak hanya perlu memiliki produk yang kompetitif, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan calon pembeli dan mempersiapkan proses bisnis untuk memenuhi permintaan ekspor.
Catatan Transaksi Ekspor Tembus US$24,29 Juta
Keterlibatan Astra dalam TEI telah berlangsung sejak 2018 sebagai bagian dari rangkaian Road to Dubai Expo 2020. Partisipasi tersebut terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha dari berbagai daerah.
Sejak 2022, Astra tercatat melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha selama empat tahun berturut-turut, termasuk UMKM dan Desa Sejahtera Astra. Dalam periode tersebut, total nilai kontrak dan transaksi yang dicatatkan pelaku usaha binaan mencapai lebih dari US$24,29 juta atau setara sekitar Rp400 miliar.
Pembeli produk berasal dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, Nigeria, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, dan Australia. Capaian tersebut menunjukkan adanya peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen dan mitra bisnis di berbagai pasar internasional.
Meski demikian, pengembangan ekspor membutuhkan upaya berkelanjutan. Selain promosi, pelaku usaha perlu menjaga kualitas, memastikan kapasitas produksi, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan calon pembeli. Pendampingan dan akses terhadap jejaring bisnis menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan tersebut.
Bagi Astra, pengembangan UMKM juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat di berbagai daerah. Perusahaan menjalankan berbagai inisiatif melalui Desa Sejahtera Astra dan Yayasan Astra untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperluas manfaat kegiatan usaha bagi masyarakat.
Komitmen Pemberdayaan Menjelang Usia 70 Tahun
Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan Astra menjelang usia ke-70 pada 20 Februari 2027. Perusahaan mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” sebagai refleksi atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Hingga saat ini, Astra menyebut setidaknya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif perusahaan di berbagai daerah. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.
Program tersebut mencakup pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Melalui berbagai kegiatan itu, Astra berupaya mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat kemampuan ekonomi di wilayah masing-masing.
Keikutsertaan UMKM binaan dalam TEI 2026 menjadi salah satu jalur untuk menghubungkan pengembangan ekonomi lokal dengan peluang pasar internasional. Dengan dukungan pembinaan, promosi, dan penjajakan kerja sama, produk dari berbagai daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas jangkauan pasarnya.
Upaya tersebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Penguatan kapasitas UMKM dan perluasan akses pasar menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk mendorong pertumbuhan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
(tim)






























