Sebelumnya, produk Sila telah menjangkau sejumlah pasar, antara lain Kanada, Turki, Abu Dhabi, Austria, Jepang, dan Singapura. Namun, pengiriman masih dilakukan dalam volume relatif kecil, belum mencapai skala kontainer.
Redha mengatakan, perluasan pasar ekspor perlu diimbangi kesiapan kapasitas produksi dan modal kerja. Transaksi dalam jumlah besar dapat menjadi tantangan bagi UMKM ketika harus memenuhi pesanan sebelum memperoleh pembayaran dari pembeli.
“Kalau UMKM dapat transaksi besar, pasti butuh modal. Kita minta DP ke buyer, kadang buyernya belum tentu mau kasih. Maka butuh pihak ketiga yang bisa akomodir itu,” ujarnya.
Hingga saat ini, dukungan Indonesia Eximbank yang diterima Sila berupa fasilitasi keikutsertaan dalam pameran. Redha berharap dukungan tersebut ke depan dapat berkembang, termasuk untuk membantu kebutuhan pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi ketika peluang ekspor semakin besar.
Menurut dia, kesiapan produksi menjadi faktor penting agar UMKM mampu merespons permintaan pasar. Peluang dari calon pembeli perlu diimbangi kemampuan memasok produk dalam jumlah dan waktu yang sesuai.
“Ketika kesempatan untuk berjualan atau transaksi itu datang, kita harus siap. Kalau buyer datang, kamu bisa produksi berapa banyak? Saat ini segini, tapi bisa kok diperbesar,” kata Redha.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Sila ingin meningkatkan nilai tambah teh Indonesia bagi petani. Redha menilai harga jual yang terlalu rendah dapat menekan harga pembelian bahan baku dan mengurangi insentif petani untuk mempertahankan kebun teh.
“Kalau kita semakin murah menjual tehnya, maka petani kita beli dengan harga murah juga. Tidak ada nilai tambah untuk mereka bisa bertahan di sana. Mereka akan mengonversi teh menjadi lahan yang lebih menguntungkan,” ujarnya.
Sila menjalankan bisnis antarbisnis (business-to-business atau B2B) dengan memasok produk ke kafe dan teabar. Perusahaan juga menawarkan racikan sesuai kebutuhan mitra, termasuk melalui skema co-branding dan white label.
Melalui fasilitasi akses pameran, Indonesia Eximbank menjadi salah satu pintu bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli internasional. Bagi Sila, langkah berikutnya adalah mengubah peluang pertemuan bisnis menjadi transaksi berkelanjutan, dengan dukungan kapasitas produksi dan pembiayaan yang memadai.





























