Logo Bloomberg Technoz

Surat Utang Diburu Investor Saat Pasar Saham 'Kebakaran'

Tim Riset Bloomberg Technoz
15 October 2026 11:21

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Surat utang Indonesia bergerak sideways pada perdagangan Kamis (15/20/2026), merespons ekspektasi hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Melansir data Bloomberg, surat utang pemerintah Indonesia bergerak yang variatif. Di tenor pendek, yield 1 tahun naik tipis 0,5 basis poin (bps) jadi 6,65%. Diikuti tenor 3 tahun naik 1,4 bps jadi 6,87%, sedangkan tenor 5 tahun naik 1,1 bps jadi 7,03%. 

Sementara, tenor 2 tahun turun 2,4 bps ke 6,73%, tenor 4 tahun turun 1,3 bps jadi 6,99%, dan tenor 6 tahun turun 1,1 bps jadi 7,11%. Adapun tenor acuan 10 tahun naik tipis 0,9 bps jadi 7,22%. 

Pergerakan yield di pasar surat utang, Kamis (15/10/2026). (Bloomberg)

Serupa, di tenor panjang pergerakan yield juga beragam. Tenor 20 tahun mencatat penurunan paling taham sebanyak 2,8 bps jadi 7,17%, menyusul tenor 30 tahun turun 1,7 bps jadi 7,3%. 

Sedangkan, sebagian tenor panjang lainnya tercatat naik. Seperti tenor 13 tahun naik 3,3 bps jadi 7,29%, disusul tenor 15 tahun turun 1 bps ke 7,22%.