Logo Bloomberg Technoz

Tahan Lonjakan

Wahyu Laksono menjelaskan terdapat potensi pasokan tambahan dari Rusia mampu menahan lonjakan harga lebih lanjut serta meredakan struktur backwardation ekstrem di pasar berjangka.

Namun, aliran pasokan tersebut dinilai belum cukup untuk mengembalikan harga minyak solar ke level wajar historisnya di kisaran US80—US90/barel.

"Potensi pasokan tambahan dari Rusia belum cukup kuat untuk memukul jatuh harga kembali ke level normal US80—US90/barel dalam waktu dekat," ujar Wahyu.

Akumulasi Masalah

Di sisi lain, menurutnya anomali dan tingginya harga solar global saat ini dipicu oleh akumulasi masalah di berbagai wilayah produsen utama.

Selain ketidakpastian ekspor Rusia, arus lalu lintas pengapalan di Selat Hormuz dan Teluk Persia masih mengalami gangguan akibat konflik regional dengan Iran. Sementara itu, negara raksasa seperti China dan India terus membatasi kuota ekspor solar mereka.

Apabila Rusia pada akhirnya berhasil mengalirkan volume pasokan dalam skala besar ke pasar luar negeri, pergerakan harga derivatif diperkirakan mulai melunak dari posisi puncaknya saat ini.

Di sisi operasional, efektivitas riil dari kesepakatan Trump-Putin masih diuji oleh kendala teknis yang dihadapi industri pengolahan minyak Rusia.

Menyusutnya ekspor solar Rusia selama beberapa waktu terakhir tidak hanya disebabkan oleh embargo politik, melainkan kerusakan fisik infrastruktur kilang-kilang di wilayah barat akibat serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina. 

Pemulihan fasilitas penyulingan, unit hydrocracker, dan terminal ekspor di Laut Hitam maupun Laut Baltik memerlukan suku cadang khusus serta waktu perbaikan berbulan-bulan.

"Ekspor diesel Rusia sebelumnya menyusut drastis bukan semata-mata karena kebijakan embargo sukarela, melainkan akibat kerusakan infrastruktur fisik kilang-kilang pengolahan minyak di Rusia barat yang terkena serangan drone Ukraina," tutur Wahyu.

Ekspor diesel/gasoil Rusia jatuh ke level terendah dalam lebih dari satu dekade. (Bloomberg)

Selain faktor pemulihan fasilitas pengolahan fisik, armada bayangan yang terkena sanksi (shadow fleet) dan akses asuransi pelayaran barat masih tersangkut dalam arsitektur sanksi internasional yang rumit.

Untuk itu, hadirnya kesepakatan politik ini berfungsi sebagai penahan gelombang aksi borong atau panic buying, alih-alih memulihkan pasokan fisik secara instan di pasar riil.

"Kesepakatan ini membuka jalan bagi aliran pasokan baru, tetapi pasar tidak serta-merta banjir solar dalam semalam. Dampaknya lebih kepada menahan eskalasi kepanikan daripada langsung membanjiri pasar fisik secara seketika," terang Wahyu.

Sebelumnya, harga minyak sempat menguat tipis ketika prospek masuknya gelombang pasokan diesel Rusia ke pasar global bersaing dengan meningkatnya risiko gangguan pasokan, mulai dari serangan terbaru terhadap kapal tanker di Selat Hormuz hingga badai yang mengancam AS.

Trump mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa Putin telah menyetujui untuk segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar global.

“Berdasarkan kondisi kilang diesel mereka, Rusia kemudian akan mengirimkan 3 juta metrik ton bahan bakar diesel dalam waktu singkat,” tulisnya akhir pekan lalu.

Adapun, 3 juta metrik ton solar tersebut setara dengan 22,5 juta barel.

Kontrak berjangka minyak pemanas (heating oil) anjlok hingga 5% dalam perdagangan setelah penyelesaian resmi, memimpin pelemahan di sektor energi.

Solar, bahan bakar yang menjadi indikator penggerak perekonomian global, telah menjadi salah satu sumber tekanan terbesar akibat perang Iran dan serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia.

Meskipun harga minyak mentah telah naik sekitar 70% tahun ini, harga produk minyak hasil penyulingan melonjak lebih tajam.

Harga eceran solar di AS bahkan telah menembus US$6/galon untuk pertama kalinya, menambah kekecewaan pemilih menjelang pemilihan paruh waktu pada November.

Untuk mengatasi lonjakan harga tersebut, pemerintahan Trump telah mempertimbangkan larangan langsung ekspor solar yang kontroversial serta mencabut pembatasan penggunaan jenis bahan bakar yang dibebaskan dari pajak.

Pernyataan Trump meredam sentimen pasar yang sebelumnya sangat bullish.

Meskipun aliran minyak mentah dari Timur Tengah belakangan meningkat, kontrak berjangka minyak menguat pekan ini setelah serangan terbaru Iran terhadap kapal tanker meningkatkan risiko bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik krusial perdagangan energi dunia.

Harga minyak Brent untuk Desember turun 1,6% menjadi US$104,39/barel pada pukul 10.21 pagi waktu Singapura. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November melemah 1,3% menjadi US$93,83/barel.

(wdh)

No more pages