Logo Bloomberg Technoz

Imbal hasil finansial berkaitan erat dengan performa klub di lapangan. Klub-klub yang promosi ke divisi lebih tinggi mencatatkan imbal hasil sebesar 85%, dan angka tersebut meningkat menjadi 187% jika mereka berhasil mencapai Premier League. Sementara itu, klub-klub yang bertahan di divisi yang sama atau terdegradasi mengalami kerugian antara 67% hingga 75%.

“Kami sepenuhnya berpegang pada satu hal, yaitu mengatur sepak bola dan klub-klub sepak bola,” kata Kogan dalam konferensi pers di Manchester menjelang peluncuran laporan tersebut.

Diagram Biaya Liga Inggris naik pesat selama lima musim terakhir hingga musim 2025/2026. (Sumber: Independent Football Regulator)

Kondisi keuangan sepak bola Inggris menjadi sorotan sejak bulan lalu, ketika Premier League menyatakan hasil investigasi menunjukkan bahwa Manchester City, salah satu klub dengan performa terbaik, telah melanggar aturan keuangan selama hampir satu dekade. Pelanggaran tersebut memberi klub ruang lebih besar untuk membelanjakan dana guna merekrut pemain tanpa melampaui batas yang ditetapkan liga.

Kogan mengatakan dirinya akan mengundurkan diri jika menghadapi tekanan politik dalam penanganan kasus Manchester City.

“Independensi kami mutlak, begitu pula independensi saya secara pribadi,” katanya dalam konferensi pers. “Untuk memperjelas semuanya, kami sama sekali tidak menerima tekanan politik dalam persoalan ini maupun topik lainnya, dan saya tidak memperkirakan hal itu akan terjadi di masa mendatang.”

Dakwaan terhadap Manchester City, yang tetap menyatakan tidak bersalah, muncul setelah pengambilalihan klub tersebut pada 2008 oleh perusahaan yang didukung saudara laki-laki presiden Uni Emirat Arab (UEA). Akuisisi itu menjadi bagian dari gelombang investasi internasional di sepak bola Inggris dan lonjakan belanja pemain yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Salah satu gambaran paling jelas terlihat di pasar transfer. Pada musim lalu, sepak bola Inggris secara keseluruhan mengeluarkan £4,8 miliar untuk merekrut pemain, tetapi hanya memperoleh £1,5 miliar dari penjualan pemain.

Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun biaya transfer pemain dibayarkan selama beberapa tahun, skema pembiayaan semacam itu menambah tekanan pada neraca keuangan klub dan meningkatkan kebutuhan akan suntikan dana.

Salah satu tema yang berulang kali ditekankan dalam laporan tersebut adalah kesenjangan kinerja keuangan yang lebar antara klub-klub Premier League, terutama yang berlaga di kompetisi Eropa, dan klub-klub lain dalam ekosistem sepak bola Inggris.

“Peningkatan pendapatan tidak dibagikan secara proporsional sehingga menciptakan kesenjangan tajam antarliga maupun di dalam liga itu sendiri,” demikian isi laporan tersebut.

Klub dengan pendapatan tertinggi di Premier League kini menghasilkan pendapatan 605 kali lipat dibandingkan klub dengan pendapatan terendah di National League. Wrexham pernah berlaga di divisi tersebut ketika klub asal Wales itu diakuisisi pada 2021 oleh kelompok investor yang mencakup aktor Hollywood Ryan Reynolds. Sejak saat itu, Wrexham telah tiga kali promosi dan kini berada satu tingkat di bawah Premier League.

Dalam sebuah pernyataan, Premier League mengatakan akan bekerja sama dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencari solusi yang dipimpin oleh klub-klub.

Laporan tersebut menawarkan rencana aksi enam poin untuk mengurangi risiko keuangan, termasuk reformasi distribusi pendapatan serta mendorong klub mengurangi kerugian dan mengelola risiko keuangan dengan lebih baik. Regulator menyatakan akan turun tangan jika perubahan yang diperlukan tidak dilakukan.

Laporan tersebut “dengan jelas menyoroti model keuangan sepak bola yang tidak berkelanjutan dan telah rusak,” kata Tom Greatrex, ketua Football Supporters’ Association, dalam sebuah pernyataan. “Ini merupakan peringatan keras bagi sepak bola profesional putra Inggris yang harus mendorong perubahan nyata dan berkelanjutan.”

(bbn)

No more pages