PENGHILIRAN MINERAL
Menko Bahlil Bidik Hilirisasi Nikel Tembus Rp805 T Tahun Ini
Azura Yumna Ramadani Purnama
14 October 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menargetkan hilirisasi nikel menembus sekitar US$45 miliar atau setara dengan Rp805,63 triliun (kurs saat ini) pada 2026, naik sekitar US$5 miliar dari capaian yang diklaim pada 2025 senilai US$40 miliar atau Rp716,12 triliun.
Bahlil menyatakan mulanya ekspor komoditas nikel Indonesia pada 2017—2018 hanya mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp59,08 triliun. Akan tetapi, setelah pemerintah menyetop ekspor bijih nikel, nilai ekspor komoditas nikel terus meningkat.
Bahlil mengklaim ekspor komoditas nikel pada 2023 mencapai US$34 miliar atau Rp608,7 triliun, kemudian kembali naik menjadi US$40 milar pada 2025, hingga pada tahun ini ditargetkan mencapai US$45 miliar.
“Ekosistem baterai mobil dari hulu ke hilir sampai dengan battery pack. Alhamdulillah nilai ekspor kita untuk di sektor mineral nikel saja pada 2023 sudah mencapai US$34 miliar dan pada 2025 sudah lebih di angka US$40 miliar dan 2026 saya targetkan minimal di angka US$45 miliar,” kata Bahlil dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Rabu (14/10/2026).
Bahlil menyatakan usai Indonesia menyetop ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020, pemerintah membuat peta jalan hilirisasi nikel. Dia mengatakan saat ini sudah terdapat ekosistem proyek baterai mobil listrik atau electric vehicle (EV) terintegrasi dari hulu hingga hilir.

























