Logo Bloomberg Technoz

Wamenko Ekonomi: Literasi Keuangan Syariah Masih jadi PR Besar

Pramesti Regita Cindy
14 October 2026 15:30

Ilustrasi ⁠Menggali Makna Keuangan Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari (Envato/Diolah)
Ilustrasi ⁠Menggali Makna Keuangan Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari (Envato/Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian) Drajad Hari Wibowo menyebut bahwa potensi ekonomi syariah di Indonesia cukup besar. Meski demikian, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah terkait dengan perekonomian syariah di Indonesia.

“Inklusi dan literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah,” kata Drajad dalam pembukaan Indonesia Syariah Economic Forum (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026). 

Drajadi menyebut berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi keuangan syariah mencapai 43%, sementara inklusinya baru 13,24%.


“Pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp748 triliun pada Agustus 2026, tumbuh Rp11,6 triliun, tapi pangsa-pangsa pasarnya masih Rp7,44%,” sebutnya.

Padahal, potensi ekonomi syariah di Indonesia cukup besar dengan belanja muslim global pada tahun 2029 yang diproyeksikan bisa mencapai US$3,6 trilun dan aset keuangan syariah keuangan global yang mencapai US$9,72 triliun.