Logo Bloomberg Technoz

IHPS I-2026

Keekonomian WK Migas pada 9 Kontraktor Berisiko Susut Rp53,61 T

Sabrina Mulia Rhamadanty
14 October 2026 11:50

Platform Edith, sebuah platform minyak dan gas lepas pantai yang dioperasikan oleh DCOR LLC, di lepas pantai Long Beach, California, AS./Bloomberg-Tim
Platform Edith, sebuah platform minyak dan gas lepas pantai yang dioperasikan oleh DCOR LLC, di lepas pantai Long Beach, California, AS./Bloomberg-Tim

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya risiko penurunan keekonomian wilayah kerja (WK) migas pada sembilan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) periode 2020—2024 senilai US$2,99 miliar atau setara dengan Rp53,61 triliun.

Penurunan nilai keekonomian WK-WK migas itu ditengarai terjadai akibat lemahnya pengendalian internal dan pengawasan melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). 

Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 yang baru diterbitkan, BPK menilai SKK Migas belum menjalankan fungsi verifikasi dan pengendalian biaya secara optimal.


"Akibatnya, timbul risiko inefisiensi pembebanan biaya yang melebihi pagu work program and budget [WP&B] dan berkurangnya keekonomian wilayah kerja pada 9 KKKS periode 2020—2024 senilai US$2,99 miliar, sehingga mengurangi bagi hasil bagian negara," tulis BPK dalam laporan resminya.

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai.

Ketidaksesuaian Prosedur