Logo Bloomberg Technoz

Atur Kriteria

Lebih lanjut, BPK merekomendasikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar menyusun dan menetapkan Peraturan Menteri ESDM yang mengatur kriteria dan mekanisme verifikasi kegiatan operasi produksi yang terintegrasi dengan smelter.

Kemudian, BPK merekomendasikan Menteri ESDM meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian untuk mengimplementasikan mekanisme pengawasan terpadu atas penjualan bijih ke smelter IUI.

“Dengan sistem e-PNBP dan SIINas sehingga proses rekonsiliasi dan verifikasi lintas sistem dapat dilakukan secara real time dan andal untuk mengoptimalkan penerimaan PNBP,” ungkap BPK.

Adapun, izin usaha pertambangan (IUP) diterbitkan dan menjadi tanggung jawab Kementerian Kementerian ESDM. IUP diberikan untuk perusahaan melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, dan pemurnian nikel di konsesi yang dimiliki.

Sementara itu, terdapat juga perusahaan nikel yang tidak terintegrasi dan mengantongi izin lain berupa IUI yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian. IUI diberikan untuk perusahaan smelter nikel yang tidak memiliki wilayah tambang dan mengandalkan pasokan dari perusahaan lain.

Sekadar informasi, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mencatat saat ini terdapat 422 IUP nikel aktif yang memasok 79 fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel.

Secara terperinci,  79 smelter tersebut terdiri atas 55 fasilitas pirometalurgi berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF), 10 pabrik hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL), 10 penghasil nickel matte, dan 6 smelter baja nirkarat terintegrasi.

Kebutuhan bijih nikel 79 smelter tersebut—jika beroperasi pada kapasitas penuh — dapat mencapai 415 juta metrik ton per tahun.

Sebagai catatan, Kementerian Perindustrian mencatat sampai dengan Maret 2024, Indonesia memiliki total 44 smelter nikel yang beroperasi di bawah binaan Ditjen ILMATE. Lokasi terbanyak berada di Maluku Utara dengan kapasitas produksi 6,25 juta ton per tahun.

Jumlah tersebut belum termasuk 19 smelter nikel yang sedang dalam tahap konstruksi, serta 7 lainnya yang masih dalam tahap studi kelaikan atau feasibility studies (FS). Dengan demikian, total proyek smelter nikel pemegang IUI di Indonesia per Maret 2024 mencapai 70 proyek.

(azr/wdh)

No more pages