Harga Minyak Melonjak Seiring Eskalasi Serangan di Timur Tengah
News
14 October 2026 07:30

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak naik seiring meningkatnya serangan di Timur Tengah yang menambah ketidakpastian terhadap pemulihan arus energi dari Teluk Persia.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati US$95 per barel setelah menguat tipis pada sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah Brent turun dan ditutup di bawah US$106 per barel. Amerika Serikat (AS) mengatakan telah membantu pengiriman lebih dari 19 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz. Namun, eskalasi serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker di jalur perairan tersebut mengancam pemulihan pasokan dari kawasan Teluk, yang baru-baru ini kembali mendekati level sebelum perang.
Di wilayah lain di kawasan tersebut, Arab Saudi kembali mencegat rudal dan drone yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman. Pertempuran dengan kelompok militan yang didukung Iran itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kantor pusat raksasa minyak Saudi Aramco di wilayah timur Arab Saudi turut terkena serangan terbaru.
Harga Brent telah melonjak lebih dari 70% sepanjang tahun ini karena perang AS-Iran mengguncang pasar energi. Risiko semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang bandara utama Riyadh pekan lalu, sementara pasukan yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah Yaman yang dikuasai pemberontak. Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz juga mendorong semakin banyak kapal tanker superbesar untuk berbalik arah dan meninggalkan Teluk Persia.
































