Iran Ancam Serang Kabel Data-Pusat AI AS jika Perang Pecah Lagi
Redaksi
12 October 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Iran mengancam akan membidik aset-aset digital vital milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat, termasuk jaringan kabel, pusat data (data center), dan pusat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bernilai melampaui US$2 triliun (sekitar Rp35.751 triliun) jika perang kembali pecah.
“Kami belum memasukkan aset-aset tersebut ke dalam daftar target. Namun, jika perang pecah, banyak kabel, pusat data, dan pusat kecerdasan buatan (AI) yang memiliki nilai finansial sangat besar akan berada dalam jangkauan tembakan kami,” ujar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, dalam sebuah wawancara dengan Press TV.
“Nilai kabel, pusat data, dan pusat AI tersebut melampaui US$2 triliun,” kata Rezaei. Ia menegaskan bahwa pusat aktivitas perekonomian AS berada di Asia Barat, tempat Washington menempatkan infrastruktur-infrastruktur bernilai amat tinggi tersebut. “Saat ini, jika konflik terjadi, kami tentu akan menghadapi musuh dengan rencana yang lebih luas.”
Rezaei menambahkan bahwa Teheran telah melakukan perhitungan secara cermat sejak awal perang dan mengelola medan pertempuran dengan menyesuaikan strategi tempur mengikuti perkembangan konflik.
“Dalam perang 12 hari, kami hanya memperlihatkan sebagian kecil kemampuan kami dan tidak mengerahkan banyak aset selama 12 hari pertama. Kami berupaya meningkatkan intensitas serangan seiring dengan meningkatnya intensitas perang dari pihak Amerika Serikat. Dalam perang 40 hari, situasinya berbeda. Kami mengerahkan lebih banyak aset ke medan pertempuran dan menggunakannya,” jelasnya.






























