Sisanya, yaitu 4%, digunakan di lokasi, sebagian besar di pusat data, yang juga menyumbang hampir seluruh konsumsi listrik Meta. “Transparansi merupakan pilar utama dari program pengelolaan air Meta,” kata seorang juru bicara melalui email.
Pusat data AI yang membutuhkan komputasi intensif dapat mengonsumsi listrik 10 kali lebih banyak daripada fasilitas konvensional, dengan sebagian besar energi tersebut dibutuhkan untuk menggerakkan server, menurut para peneliti. Untuk menghasilkan listrik tersebut, pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir membutuhkan air dalam jumlah besar guna menghasilkan uap yang menggerakkan turbin.
Di seluruh wilayah Amerika, reaksi penolakan yang semakin kuat telah menyoroti kekhawatiran mengenai dampak lingkungan lokal dan kenaikan tagihan listrik. Penolakan tersebut telah memicu moratorium dan pembatasan lainnya. Setidaknya 45 proyek senilai hampir $68 miliar diblokir atau ditunda antara bulan April dan Juni, menurut firma riset Data Center Watch.
Ada risiko bahwa pertumbuhan pesat pusat data akan memperparah dampak kekeringan dan gelombang panas yang dipicu oleh perubahan iklim, yang sudah membebani pasokan air di banyak tempat.
“Permintaan akan pusat data sedang melonjak tajam, dan kenyataannya adalah fasilitas listrik dan air tidak akan mampu mengimbangi,” kata Kerri Hickenbottom, profesor teknik di Universitas Arizona yang meneliti penggunaan air oleh pusat data.
Perkiraan penggunaan air tidak langsung tahunan pusat data di AS berkisar antara 800 miliar liter dalam studi Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley tahun 2024 hingga sebanyak setara 4 triliun galon berdasarkan analisis terbaru dari organisasi nirlaba lingkungan Ceres. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan antara 2 juta hingga hampir 37 juta rumah tangga rata-rata di AS per tahun.
Para pengembang mengatakan salah satu alasan kurangnya pengungkapan adalah tidak adanya protokol standar untuk menghitung penggunaan air tidak langsung pusat data. “Kita perlu harmonisasi industri mengenai hal ini jika ingin secara kolektif melaporkan konsumsi air tidak langsung,” kata Brandon Oyer, head of energy and water untuk Amazon Web Services.
Amazon.com Inc. menyatakan bahwa efisiensi penggunaan air di pusat datanya telah meningkat sebesar 52% sejak tahun 2021, sebagian berkat penerapan sistem pendingin yang membutuhkan lebih sedikit air serta teknologi yang mengurangi panas di dalam fasilitas. “Hal itu menjaga agar penggunaan air baik di lokasi maupun di luar lokasi tetap serendah mungkin,” kata Will Hewes, pemimpin bidang keberlanjutan air di Amazon Web Services.
Ben Townsend, head of infrastructure strategy and sustainability Google, mengatakan bahwa mereka saat ini tidak melaporkan penggunaan air tidak langsung, tetapi telah berfokus pada pemanfaatan energi terbarukan untuk mengoperasikan pusat data. “Dengan tenaga angin, tenaga surya, dan sistem penyimpanan energi, proyek-proyek ini secara efektif memiliki jejak air nol,” katanya.
Solusi semacam itu sedang diuji di komplek pusat data yang mengalami kekeringan parah seperti Arizona, di mana air menjadi titik kritis seiring mengeringnya Sungai Colorado dan waduk-waduknya. Pada bulan Agustus, pemerintah federal mengumumkan pemotongan 27% terhadap alokasi air Arizona, dengan kemungkinan pemotongan yang jauh lebih parah jika kondisi terus memburuk. Pusat data di negara bagian tersebut terkonsentrasi di wilayah Phoenix, di mana kota-kota bergantung pada sungai tersebut untuk 20% hingga 50% pasokan air mereka.
Proyek pusat data AI yang saat ini sedang dibangun di Arizona berpotensi meningkatkan permintaan air di lokasi hingga setara 5 miliar galon per tahun dalam beberapa tahun mendatang, menurut prediksi Bloomberg Intelligence, atau setara dengan 4,5% dari produksi air tahunan Phoenix saat ini. Namun, penggunaan air tidak langsungnya akan jauh lebih besar, menurut para peneliti.
Michael Gertzman, juru bicara Departemen Layanan Air Phoenix, mengatakan bahwa pemohon izin pembangunan pusat data berskala besar wajib mengungkap perkiraan konsumsi air di lokasi tersebut. Penggunaan air tidak langsung tidak termasuk dalam penilaian.
Dengan wilayah barat daya AS yang mengalami kekeringan terparah dalam 26 tahun terakhir, serta suhu musim panas di Phoenix yang mencapai rata-rata tertinggi harian sekitar 42°C dalam beberapa tahun terakhir, pengembang pusat data beralih ke teknologi yang hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tanpa air di lokasi, seperti pendingin berbasis udara. Namun, ada konsekuensinya, karena proses pembuangan panas tersebut membutuhkan listrik.
Sebuah studi yang ditulis bersama oleh Hickenbottom tahun lalu mencatat bahwa di wilayah Phoenix, konsumsi air tidak langsung dari sistem yang menggunakan pendingin udara dapat lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan pendingin air, yang memang menggunakan lebih banyak air di lokasi.
Microsoft Corp., yang mengoperasikan beberapa pusat data di Arizona, tidak memberikan data mengenai penggunaan air tidak langsungnya atau menyebutkan apakah perusahaan tersebut menghitung konsumsi tersebut. Perusahaan menyatakan telah mengurangi jumlah air yang dibutuhkan di lokasi per kilowatt-jam yang digunakan di pusat datanya sebesar 90% sejak awal tahun 2000-an. Perusahaan ini memperkirakan akan menghemat 125 juta liter per tahun di setiap fasilitasnya berkat desain pendinginan cair.
“Fokus kami adalah meminimalkan penggunaan air secara langsung di komunitas tempat kami beroperasi sambil mempertahankan desain pusat data yang sangat efisien dan bekerja sama dengan penyedia utilitas untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik kami secara bertanggung jawab,” kata juru bicara Microsoft menjawab via email.
(bbn)




























