Ambruk IHSG Makin Menjegal Upaya Bertahan Kelas Menengah
Bloomberg Businessweek Indonesia
13 October 2026 10:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami periode terburuk kesekian kali. Pada perdagangan hari Selasa (13/10/2026), indeks saham dibuka merah dan tertekan hampir 2% sampai menyentuh level 5.832 hanya dalam hitungan menit. 'Kebakaran' IHSG pada Selasa pagi ini melanjutkan keterpurukan pada hari sebelumnya ketika indeks saham ditutup melemah nyaris 3%.
Kejatuhan indeks saham adalah kabar buruk bagi 31 juta investor yang bertaruh modal demi meraup cuan, tak terkecuali investor dari kalangan kelas menengah dan aspiring middle class. Padahal berinvestasi di pasar modal, apakah memutar dana di saham maupun di instrumen turunannya seperti reksa dana adalah bagian dari ikhtiar kelas ini agar tidak sampai turun kelas.
Mengutip laporan Bloomberg Businessweek Indonesia, semakin banyak kelas menengah yang memilih membiakkan aset mereka di saham ketimbang membiarkannya idle di produk perbankan yang umumnya tidak memberikan yield tinggi. Sekitar 19,2% dari kelas menengah memilih saham, naik dibanding 11,7% sebelumnya. Kripto juga menjadi bidikan dengan proporsi mencapai 10,3%. Pada saat yang sama, kelas menengah mengurangi penempatan aset mereka di tabungan biasa di mana porsinya anjlok tajam dari 83,9% menjadi 67,8% dalam setahun.
Baca juga: Berburu Cuan di Pasar Modal agar Bisa Bertahan di Papan Tengah
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terbaru, per Agustus 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 31,13 juta orang terdiri atas 29,84 juta investor reksa dana, lalu 10,13 juta investor di saham dan surat berharga lain, serta 1,59 juta orang investor di Surat Berharga Negara.



























