Menurut Nafan, tekanan pasar masih dipengaruhi aksi lepas portofolio pada saham-saham grup konglomerasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring spekulasi mengenai penyesuaian bobot atau kemungkinan sanksi terkait evaluasi MSCI. Kekhawatiran terhadap klasifikasi pasar Indonesia dan transparansi investabilitas saham turut mendorong investor bersikap lebih berhati-hati.
Meski demikian, investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy sebesar Rp81,10 miliar di pasar reguler pada perdagangan Senin. Namun, nilai tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren, mengingat tekanan jual yang terjadi di pasar saham domestik.
Dari sisi teknikal, Nafan memproyeksikan support IHSG berada di level 5.851 dan 5.647. Sementara itu, resistance terdekat berada di level 6.016, dengan resistance berikutnya di 6.180.
Adapun saham yang menjadi perhatian dalam rekomendasi perdagangan dari Chory Agung Ramdhani adalah INKP, INTP, dan ERAA. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, BNGA, dan CPIN.
(dhf)





















