Logo Bloomberg Technoz

“Kami mengapresiasi kepercayaan PIKI kepada Mayapada Hospital Jakarta Selatan untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Strategic PCI Meeting 2026. Melalui sesi live case advanced PCI, tim dokter kami dapat berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai strategi penanganan sumbatan jantung kompleks bersama para dokter spesialis jantung dari berbagai wilayah Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus mendorong peningkatan kompetensi medis dan kualitas perawatan pasien jantung,” ujar dr. Fiktor.

Menurut dia, pengembangan kompetensi medis tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kapabilitas layanan untuk menangani kasus jantung yang membutuhkan pendekatan diagnostik dan tindakan lebih kompleks.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengembangkan Cardiovascular Center dengan dukungan tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman serta teknologi medis untuk menangani berbagai kondisi kardiovaskular.

Dua Sesi Live Case Bedah Strategi Intervensi Jantung

Rangkaian Strategic PCI Meeting 2026 menghadirkan dua sesi live case di laboratorium kateterisasi atau catheterization laboratory (Cath Lab) Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Dalam sesi tersebut, dokter memperlihatkan proses evaluasi anatomi pembuluh darah, pemilihan teknik dan perangkat intervensi, hingga pertimbangan klinis dalam menentukan pendekatan untuk kasus dengan tingkat kesulitan tinggi.

Sesi pertama melibatkan dr. Muhammad Barri Fahmi, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, bersama dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, FSCAI dari Mayapada Hospital Tangerang dan dr. Dendi Puji Wahyudi, SpJP(K) dari Mayapada Hospital Bandung.

Ketiganya mendemonstrasikan strategi Complex PCI untuk mengatasi tantangan teknis pada kasus sumbatan pembuluh darah koroner yang sulit dijangkau.

dr. Muhammad Barri Fahmi menjelaskan, karakteristik sumbatan dan kondisi pembuluh darah menjadi faktor penting dalam menentukan teknik intervensi yang digunakan. Pembuluh darah yang berkelok, penyempitan berat, maupun lokasi sumbatan yang sulit dijangkau dapat membutuhkan perangkat khusus.

“Tidak semua sumbatan jantung dapat ditangani dengan pendekatan yang sama. Pada kasus dengan pembuluh darah sangat berkelok, penyempitan berat, atau lokasi sumbatan yang sulit dijangkau, dokter membutuhkan teknik dan perangkat khusus. Salah satunya melalui penggunaan guide extension catheter, yaitu kateter tambahan yang membantu perangkat intervensi mencapai area sumbatan secara lebih optimal, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien," imbuhnya.

(Dok. Mayapada hospital)

Penggunaan guide extension catheter menjadi salah satu pendekatan yang dibahas dalam demonstrasi tersebut. Perangkat tambahan ini membantu dokter mengarahkan peralatan intervensi menuju area yang menjadi sasaran tindakan.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan dr. Ika K. Dhanudibroto, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA dan dr. Christian Sunur, Sp.JP(K), FIHA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Keduanya berkolaborasi dengan dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI dari Mayapada Hospital Kuningan serta dr. Bimo Bintoro, Sp.JP(K) dari Mayapada Hospital Bogor.

Berbeda dengan sesi pertama, demonstrasi kedua menitikberatkan pada penentuan strategi PCI berdasarkan anatomi pembuluh darah, karakteristik sumbatan, dan kondisi klinis pasien secara menyeluruh.

dr. Ika K. Dhanudibroto menuturkan, penanganan PJK kompleks memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan berbagai faktor, bukan sekadar membuka sumbatan. Pendekatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

“Tantangan penanganan PJK kompleks bukan hanya membuka sumbatan, tetapi juga menentukan strategi tindakan yang paling tepat bagi setiap pasien. Lokasi dan karakteristik sumbatan, anatomi pembuluh darah, hingga penyakit penyerta atau komorbid menjadi pertimbangan penting dalam merencanakan tindakan. Melalui Strategic PCI Meeting 2026, kami dapat berbagi pengalaman dan mendiskusikan pendekatan klinis yang semakin personal, agar pasien memperoleh hasil perawatan dan kualitas hidup yang lebih baik,” jelas dr. Ika.

Pertukaran pengalaman melalui kedua sesi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan praktisi mengenai pilihan teknik intervensi, termasuk pertimbangan dalam menghadapi variasi anatomi dan tingkat kesulitan kasus.

Perkuat Layanan Jantung Terintegrasi

Di luar pengembangan teknik intervensi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga mengandalkan layanan diagnostik dan tindakan medis untuk mendukung penanganan pasien dengan berbagai kondisi kardiovaskular.

dr. Fiktorius menjelaskan, Cardiovascular Center MHJS mencakup beragam prosedur intervensi dan bedah jantung, baik melalui operasi terbuka maupun pendekatan minimal invasif.

“Cardiovascular Center MHJS didukung kolaborasi tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman serta teknologi mutakhir, seperti pemeriksaan diagnostik SPECT Scan untuk mengevaluasi aliran darah ke otot jantung dan mendeteksi area yang kekurangan aliran darah, hingga sistem robotik da Vinci untuk tindakan sesuai indikasi. Kami menangani berbagai kasus jantung kompleks, mulai dari gangguan irama jantung (aritmia) melalui tindakan ablasi, penggantian katup jantung mitral dan aorta secara minimal invasif, kelainan pembuluh darah aorta, hingga penyakit jantung bawaan pada anak. Kapabilitas ini terus kami kembangkan untuk menghadirkan perawatan jantung kompleks yang semakin komprehensif,” jelasnya.

SPECT Scan merupakan salah satu pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk mengevaluasi perfusi atau aliran darah ke otot jantung. Hasil pemeriksaan dapat membantu dokter mengidentifikasi area yang mengalami kekurangan pasokan darah sebagai bagian dari evaluasi kondisi pasien.

Selain layanan diagnostik, rumah sakit menyediakan penanganan untuk sejumlah kondisi kardiovaskular, termasuk aritmia, kelainan pembuluh darah aorta, gangguan katup jantung, dan penyakit jantung bawaan pada anak. Pemilihan prosedur tetap disesuaikan dengan indikasi medis dan kondisi setiap pasien.

Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi, menegaskan bahwa pengembangan layanan jantung tidak hanya berfokus pada kemampuan melakukan tindakan medis tingkat lanjut. Kesinambungan layanan dan pengalaman pasien juga menjadi bagian dari pendekatan yang dikembangkan rumah sakit.

“Kami menghadirkan layanan jantung terintegrasi, mulai dari Chest Pain Unit untuk evaluasi awal nyeri dada yang terhubung dengan Cardiac Emergency 24/7 dan didukung dokter spesialis yang siaga on-site selama 24 jam, hingga pendampingan personal melalui Cardiac Advisor serta layanan ambulans gratis dalam radius kurang dari 10 kilometer sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga terus memperluas akses melalui kolaborasi dengan mitra asuransi, perusahaan, komunitas, dan jejaring kesehatan, agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan jantung yang komprehensif dan sesuai kebutuhan medisnya,” ujar Joyce.

Melalui layanan tersebut, pasien dapat memperoleh evaluasi awal ketika mengalami nyeri dada, dukungan penanganan kegawatdaruratan, serta pendampingan selama proses perawatan. Rumah sakit juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan kardiovaskular.

Penyelenggaraan Strategic PCI Meeting 2026 menjadi bagian dari upaya Mayapada Hospital Jakarta Selatan dalam mendorong pertukaran keahlian klinis sekaligus mengembangkan layanan jantung kompleks. Kolaborasi antardokter diharapkan dapat memperkuat pertimbangan klinis dalam menentukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Dengan menggabungkan pengembangan kompetensi tenaga medis, dukungan teknologi, dan layanan terintegrasi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan terus mengembangkan kapabilitas Cardiovascular Center untuk menangani beragam kasus jantung sesuai indikasi medis.

(tim)

No more pages