Logo Bloomberg Technoz

1.673 Penerbangan Terdampak Asap Karhutla, Kalimantan Terparah 

Ibnu Affan
12 October 2026 08:20

Karhutla di Kalimantan Selatan. Foto oleh Dimas Ardian/Bloomberg.
Karhutla di Kalimantan Selatan. Foto oleh Dimas Ardian/Bloomberg.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan sebanyak 1.673 penerbangan berjadwal dalam negeri telah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026, yang berasal dari sebanyak 10 operator maskapai.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), 15 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert), dan 6 penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB).

“Kondisi jarak pandang dapat berubah secara dinamis. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Lisa dalam keterangan resminya, dikutip Senin (12/10/2026).


Dar sisi wilayah, dampak paling signifikan terjadi di bandar udara wilayah Kalimantan, antara lain Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Tjilik Riwut (Palangka Raya), Bandara Iskandar (Pangkalan Bun), Bandara H. Asan (Sampit), Bandara Rahadi Oesman (Ketapang), dan Bandara Syamsudin Noor (Banjarmasin). 

Sementara di wilayah Sumatera, dampak menyasar ke Bandara Sultan Thaha (Jambi) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang). Selain itu, dampak serupa terjadi di wilayah Papua, antara lain Bandara Rendani (Manokwari), Bandara Douw Aturure (Nabire), Bandara Torea (Fakfak), Bandara Utarom (Kaimana), Bandara Babo (Teluk Bintuni), dan Bandara Ewer (Asmat).