Logo Bloomberg Technoz

Rezaei mengatakan, selama dua bulan terakhir, AS telah mengirimkan proposal melalui tiga jalur, yakni Pakistan, Qatar, dan bahkan Irak, sekaligus meminta Iran menyampaikan proposalnya sendiri.

“Kami mengumumkan tujuh syarat kepada Amerika: jika kalian tidak memenuhi syarat-syarat ini, Selat Hormuz tidak akan dibuka untuk kalian dan tidak akan ada perundingan,” katanya. “Amerika kini telah memberikan tanggapan. Dalam tanggapan tersebut, mereka menerima beberapa syarat kami, sementara masih ada hal-hal yang belum jelas terkait syarat lainnya.”

Rezaei, yang juga menjabat sebagai perwakilan Pemimpin Revolusi Islam di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, menegaskan bahwa akhir perang berada "di tangan rakyat Iran". Ia mengatakan Iran tidak akan meninggalkan perlawanan, keteguhan, dan upaya pertahanannya hingga "pihak musuh" mengakui hak-hak Iran.

Ia menggambarkan serangan AS terhadap Iran sebagai “salah satu perang paling bodoh dalam sejarah umat manusia—perang yang menindas, jahat, dan tidak manusiawi yang dilancarkan terhadap Iran.”

Menurut dia, pemerintahan Donald Trump, yang “secara membabi buta menyerahkan kendali” kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memasuki perang tanpa penilaian dan perhitungan yang akurat.

“Mereka mengira dapat mengakhiri perang dalam waktu singkat dan menjadikan Trump sebagai salah satu pahlawan besar dalam sejarah Amerika. Namun, kini, dengan kebodohan yang sama, mereka tidak mampu keluar dari perang tersebut. Orang-orang bijak di Amerika perlu turun tangan, menggandeng mereka, dan menarik mereka keluar dari perang,” ujarnya.

(del)

No more pages