Ekonom Beber Penyebab Cadev RI Turun 6,5% sejak Akhir 2025
Redaksi
11 October 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi cadangan devisa pada akhir September 2026, tercatat sebesar US$146,3 miliar, turun tipis US$0,2 miliar dari Agustus sebesar US$146,5 miliar. Meski demikian, apabila dibandingkan akhir 2025 yang mencapai US$156,47 miliar, cadangan devisa sudah berkurang sekitar US$10,2 miliar atau 6,5%.
“Penurunan ini mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap sektor eksternal, terutama akibat pelemahan rupiah, pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta kebutuhan stabilisasi nilai tukar,” kata Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede kepada Bloomberg Technoz baru-baru ini.
Josua menggarisbawahi, bahwa di sepanjang September, investasi portofolio asing mencatat arus keluar bersih sekitar US$0,83 miliar, terutama dari pasar saham sebesar US$0,57 miliar dan SRBI sebesar US$0,24 miliar.
Kondisi tersebut mengurangi pasokan valuta asing di pasar domestik dan meningkatkan kebutuhan stabilisasi rupiah.
“Meski demikian, penurunan cadangan devisa tidak dapat disamakan langsung dengan besarnya intervensi BI karena terdapat penerimaan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa yang turut menopang cadangan devisa,” sebutnya.



























