Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Ritel Tumbuh 1,3%: Mamin Meroket, Suku Cadang Melambat

Redaksi
09 October 2026 11:25

Pengunjung melihat produk tahu di salah satu gerai ritel modern di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat produk tahu di salah satu gerai ritel modern di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan eceran Indonesia dilaporkan masih berada di zona hijau. Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus berada di level 226,5 atau tumbuh 1,3% secara tahunan, lebih tinggi dibanding realisasi bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 1,1%. 

Kinerja penjualan eceran secara tahunan ditopang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan indeks 323,5 atau tumbuh 2,6%. Kelompok ini menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Selain itu, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori tercatat 141,5 atau tetap tumbuh sebesar 3,9% (yoy) meskipun melambat dari periode sebelumnya.


Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,8% (month-to-month/mtm), meningkat dari kontraksi sebesar 0,1% (mtm) pada Juli 2026, "Seiring dengan terjaganya permintaan pada periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Pada September, penjualan eceran diperkirakan meningkat secara tahunan. Indeks Penjualan Riil September 2026 diproyeksi tumbuh 1,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy), sehingga mencapai level 221,3.