Logo Bloomberg Technoz

"Khusus yang di kota-kota besar, ritel-ritel modern sudah mulai terisi banyak dengan beras-beras premium buatannya Bulog. Itu sudah beredar di ritel-ritel modern."

Kalangan pakar mewanti-wanti pemerintah tengah menghadapi dilema baru dalam mengatasi kelangkaan beras jenis premium di jaringan ritel modern dalam beberapa waktu terakhir. 

Di saat bersamaan, Perum Bulog turut menghadapi tantang besar untuk memenuhi kebutuhan itu. Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan berdasarkan data per 14 September 2026, stok beras komersial Bulog hanya sekitar 160.000 ton.

Khudori mengatakan, memasok beras premium pasar bukan semata persoalan ketersediaan stok, namun juga turut dibayangi biaya operasional yang tidak sedikit. Hal ini dikhawatirkan mengganggu keuangan Bulog.

Berdasarkan data Bulog per 2025, biaya produksi beras premium saja telah mencapai Rp14.782/kg. Di sisi lain, produsen beras dan penggilingan padi swasta tidak boleh menjual beras medium di zona I di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp13.500/kg.

Dia pun memperkirakan kelangkaan beras premium di jaringan ritel modern akan terus berlanjut. Stok bulog tersebut tidak akan cukup memenuhi kebutuhan beras yang beredar di semua ritel modern di Tanah Air diperkirakan antara 120.000 hingga 135.000 ton per bulan.

(ain)

No more pages