Logo Bloomberg Technoz

Pertanyaan mengenai pendapatan OpenAI menambah kekhawatiran terhadap belanja AI. Tingginya biaya pinjaman membuat investasi besar-besaran untuk pusat data dan infrastruktur komputasi semakin sulit dibenarkan. Investor kini semakin mencari bukti bahwa pertumbuhan pendapatan dapat mengimbangi besarnya investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menjalankan model AI.

“Untuk saat ini, fokus pasar tetap tertuju pada apakah aksi jual saham AI dan semikonduktor akan berkembang menjadi pengurangan risiko yang lebih luas, atau justru dimanfaatkan investor untuk kembali menambah kepemilikan saham menjelang musim laporan keuangan,” tulis Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.

Pelemahan masih terkonsentrasi di sektor teknologi dan belum meluas ke pasar secara keseluruhan. Lebih dari dua pertiga saham dalam indeks S&P 500 menguat, sementara saham berkapitalisasi kecil bergerak relatif datar seiring peralihan investor ke sektor-sektor defensif.

Sementara itu, obligasi pemerintah AS menguat pada Kamis setelah permintaan yang solid dalam lelang surat utang bertenor 30 tahun mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Penguatan berlanjut setelah Trump mengatakan akan menunda serangan terhadap Iran hingga setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

Penguatan tersebut memberikan sedikit kelegaan setelah aksi jual obligasi jangka panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan. Tekanan sebelumnya dipicu kekhawatiran bahwa perang Iran akan mempertahankan harga energi dan inflasi pada level tinggi, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi keuangan pemerintah.

Namun, prospek suku bunga masih menghadapi tekanan setelah sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut. Deputi Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Sementara itu, Gubernur Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem mengatakan suku bunga perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, meski tidak secara khusus mendukung kenaikan pada bulan ini.

“Untuk mengembalikan inflasi ke target dalam waktu yang tepat, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut akan diperlukan,” kata Musalem pada Kamis dalam sebuah acara Bloomberg di New York.

(bbn)

No more pages