Bank Dunia Beber Mata Uang ASEAN yang Turun Dalam, Ada Rupiah
Redaksi
08 October 2026 18:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Dunia mencatat sejumlah mata uang di kawasan Asia Tenggara telah terdepresiasi cukup tajam pada tahun 2026 termasuk Rupiah.
“Rupiah Indonesia, peso Filipina, dan baht Thailand—tiga pasar mata uang dengan tingkat perdagangan yang lebih dalam dan lebih aktif secara internasional di kawasan—masing-masing telah terdepresiasi setidaknya 5% sejak Februari 2026,” kata Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026.
Ketiga negara ini mencatatkan depresiasi cukup dalam apabila dibandingkan dengan 18 negara emerging market and developing economies (EMDE) dengan rata-rata depresiasi 2%.
Sebagai catatan, kedelapan belas negara ini merupakan negara berkembang yang menggunakan nilai tukar mengambang dan tercantum dalam indeks saham pasar berkembang MSCI.
Menurut Bank Dunia, kawasan Asia Timur dan Pasifik masih sangat bergantung pada impor energi.



























