Logo Bloomberg Technoz

"Gak kebayang kita dulu punya QRIS yang kemudian bisa berkembang dan aplikatif seperti saat ini, dan kemudian menimbulkan kekhawatiran bagi mereka yang bisnisnya akan terambil oleh QRIS ini," tegasnya. 

Selain itu, pemerintah tengah mendorong kebijakan satu orang satu rekening bagi warga negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas. 

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mempercepat digitalisasi keuangan secara nasional, termasuk mendukung penyaluran bantuan pemerintah.

Cari Solusi Kebutuhan Air AI

Pada saat yang sama, Dradjad juga menuturkan salah satu tugas yang diminta oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakni mencari solusi kebutuhan air untuk pengembangan data center artificial intelligence (AI).

Ia mengatakan air menjadi salah satu kebutuhan yang paling besar digunakan untuk pengembangan teknologi. Dengan demikian, kebutuhan air dan energi perlu menjadi perhatian pemerintah seiring dengan semakin pesatnya pengembangan AI.

"Nah saya membantu beliau mencari solusi untuk masalah air. Terutama masalah air, masalah energi, dan kesiapan masyarakat. Saya pribadi ingin mendorong itu, tapi saya paham kalau ada masalah, dan masalah itu memang harus kita selesaikan," jelasnya. 

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut membuka peluang investasi di pusat data, cloud, AI, kabel bawah laut, komputasi, dan energi terbarukan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengutip dalam keterangannya mengungkapkan, pasar digital Indonesia ditopang 235 juta pengguna internet atau 81,72% populasi. Infrastruktur serat optik juga telah mencapai 460.000 kilometer di lebih dari 5.000 kecamatan.

Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan kecepatan broadband seluler mencapai 100 Mbps pada 2029. Komdigi juga memperkuat konektivitas melalui Palapa Ring, SATRIA-1, dan BTS di wilayah tertinggal.

(lav)

No more pages