Logo Bloomberg Technoz

Induk usaha IWIP, Tsingshan Group sebelumnya menghibahkan dua PLTS yang dilengkapi BESS kepada masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur—hibah tersebut turut diinisiasi oleh BPI Danantara.

Tsingshan melalui Yayasan Torang IWIP Berbakti telah menekan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, dan PT PLN (Persero) pada 13 Maret 2026.

Adapun, salah satu proyek yang diresmikan peletakan batu perdananya merupakan pabrik photovoltaic glass (PV) atau komponen panel surya, PT Flat Solar Energy Indonesia.

Selain itu, terdapat enam proyek lainnya yang dilakukan groundbreaking yakni; PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, dan PT Foton Guangqing Motor Indonesia.

Tujuh proyek yang dilakukan peletakan batu perdananya tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$6,8 miliar.

Selain itu, terdapat peresmian ekspor komponen baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang diresmikan, yakni milik PT REPT Batero Indonesia.

Kemudian, terdapat sejumlah proyek yang diresmikan operasi komersialnya yakni pabrik mixed hydroxide precipitate (MHP) dari PT Blue Sparking Energy, smelter aluminium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries, serta pabrik komponen alat berat berbasis EV dari PT XCMG Indonesia Manufacturing.

Total nilai investasi dari 3 proyek yang beroperasi komersial perdana dan 1 perusahaan yang mengekspor bahan baku baterai perdana mencapai US$3,4 miliar atau sekitar Rp60 triliun.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan program PLTS berkapasitas 100 GWp. Sebagai tahap awal, proyek ini dimulai dengan pembangunan PLTS berkapasitas total 5,3 GWp yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," kata Prabowo.

Peluncuran dan peletakan batu pertama program tersebut dilakukan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa—Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Prabowo menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun, bahkan menantang tim energi untuk menuntaskannya lebih cepat dalam dua tahun.

Pengembangannya menggunakan tiga konsep utama, yaitu PLTS Ground Mounted di lahan terbuka skala besar, PLTS Atap pada bangunan, dan PLTS Terapung di atas waduk atau badan air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa total investasi yang dibutuhkan untuk program ini mencapai US$73 miliar atau sekitar Rp1.140 triliun.

Bahlil menjelaskan pemanfaatan PLTS yang terintegrasi dengan BESS berpotensi menghemat biaya operasional hingga Rp73,9 triliun per tahun jika dibandingkan dengan penggunaan pembangkit bermesin diesel.

Selain itu, proyek megah ini diproyeksikan membuka 5,52 juta lapangan kerja baru serta mengurangi emisi karbon sebesar 140 juta ton CO₂ per tahun, yang setara dengan nilai ekonomi karbon Rp6,31 triliun.

"Untuk PLTS-nya saja yang sekarang kita resmikan, itu nilainya itu kurang lebih sekitar 5 sampai 6 sen. Namun, itu belum termasuk baterai,” kata Bahlil dalam kesempatan yang sama.

(azr/wdh)

No more pages