KELISTRIKAN
Tarif Listrik Real Time Memungkinkan Ditiru RI, Hanya ke Industri
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 October 2026 14:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penerapan sistem tarif listrik yang dapat dipantau secara waktu riil atau real time seperti di sejumlah negara Eropa dinilai dapat diterapkan secara terbatas ke pelanggan industri di Indonesia.
Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Iwa Garniwa berpendapat Indonesia tidak perlu meniru sistem tarif listrik dinamis di Denmark secara penuh, melainkan mengubahnya sesuai dengan kondisi di Tanah Air dengan menggabungkan tarif tetap dengan tarif dinamis.
Dia menyatakan gabungan sistem tersebut lebih masuk akal diterapkan di Indonesia, sebab sumber energi di Denmark sekitar 85% berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang produksi listriknya dipengaruhi cuaca dan waktu.
Di Indonesia, sumber listrik terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang listriknya stabil dan memiliki cap atau batas harga batu bara US$70/ton.
“Ide Denmark, sangat memungkinkan, bahkan sebaiknya mulai kita siapkan, tetapi jangan copy-paste Denmark. Menurut saya, kita butuh versi Indonesia yaitu flat dan dynamic, jangan full dynamic,” kata Iwa kepada Bloomberg Technoz, Kamis (8/10/2026).































