Meski APBN juga memiliki ivestasi, namun biasanya hal tersebut digunakan untuk infrastruktur dasar, sementara investasi dari Danantara berperan sebagai katalis investasi yang bekerja untuk memastikan dan meyakinkan kelompok usaha dan perekonimian harus bekerjasama.
Suahasil juga menyinggung pentingnya kerjasama untuk menjaga stabiltas keuangan yang terdiri dari kebijakan fiskal, kebijakan moneter, OJK, dan juga Danantara.
“Karena ini adalah kerja bersama, gak bisa hanya satu pihak yang menjamin stabilitas. Tidak bisa hanya satu pihak yang menjamin pertumbuhan,” kata Suahasil.
Tak Minta Dividen Danantara
Suahasil juga memastikan bahwa pemerintah tak akan meminta porsi dividen dari Danantara. Ia mengatakan bahwa pada APBN 2026 yang tengah dijalankan oleh Kementerian Keuangan, tak terdapat pos dividen Danantara.
“Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara di situ,” tegas Suahasil.
Suahasil juga mengatakan dalam persiapannya menyusun APBN 2027, ia tak memasukkan unsur dividen Dananatara. Menurutnya, peran terpenting Danantara bukanlah memberikan uang ke pemerintahan.
“Apa saja aktivitas yang didesain dan akan dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat Indonesia Itulah dividen Danantara yang paling utama,” kata Suahasil.
(ell)



























