Logo Bloomberg Technoz

Ia juga menyoroti kasus seorang perempuan di Kabaena, Sulawesi Tenggara, yang akhirnya dipenjara setelah dituduh menghalangi jalan hauling perusahaan.

Menurut Andi, perempuan tersebut melakukan aksi pemalangan karena memperjuangkan wilayah pesisir yang selama ini digunakan untuk budidaya rumput laut. Pesisir tersebut disebut telah tercemar sehingga mengganggu mata pencaharian warga.

"Dia meminta agar pesisir yang selama ini menjadi wadah budidaya rumput lautnya itu diperbaiki, tidak lagi tercemar sehingga dia masih bisa mendapatkan penghasilan," kata Andi.

Namun, karena tuntutan tersebut dinilai tidak mendapat respons dari perusahaan maupun pemerintah, perempuan tersebut kemudian melakukan pemalangan jalan hauling. Tindakan itu kemudian menjadi dasar dirinya dipenjara karena dianggap menghambat aktivitas perusahaan.

Andi menilai kriminalisasi tersebut menjadi persoalan serius bagi kelompok perempuan yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup.

"Ini sangat memprihatinkan bagi kami, bagi kelompok perempuan yang kemudian memperjuangkan hak asasi mereka kemudian dikriminalisasi," ujarnya.

Protes Walhi

Andi Rahman menyampaikan persoalan terhadap tata kelola industri nikel yang dinilai belum memberikan manfaat yang sebanding bagi masyarakat di wilayah penghasil.

Ia mengatakan aktivitas pertambangan dan industri nikel telah menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat, sementara warga yang mempertanyakan dampak tersebut justru menghadapi tekanan.

Menurut Andi, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian di tingkat internasional, terutama karena nikel Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri kendaraan listrik global.

"Yang harus disampaikan teman-teman secara internasional bahwa ternyata mengorbankan warga perempuan kita di Sulawesi itu hanya demi ambisi kendaraan listrik," kata Andi.

Karena itu, Walhi meminta perusahaan maupun pemerintah memperbaiki tata kelola pertambangan dan industri nikel, termasuk dengan menerapkan standar lingkungan dan hak asasi manusia.

"Kami yang berada di Sulawesi ini menjadi korban, menjadi tumbal industri maupun tambang demi ambisi negara-negara Cina, negara-negara lain untuk kendaraan listrik dan untuk iklim mereka. Yang rusak adalah kami, yang kena dampak adalah kami dan tentu saja dampak negatifnya untuk mereka dan negatifnya tentu warga Sulawesi yang menerima terutama perempuan-perempuan yang berada di wilayah industri,"katanya.

(dec/spt)

No more pages