Logo Bloomberg Technoz

Iran juga sedang mengintensifkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kenaikan harga energi kembali membuat pelaku pasar cemas terhadap ancaman inflasi. Sepertinya bank sentral di berbagai negara tidak punya banyak pilihan selain mendongkrak suku bunga acuan demi meredam kenaikan harga.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana prospek harga emas untuk hari ini, Kamis (8/10/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah kian terhimpit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terperosok di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 27. Menghuni area jual (short) yang sangat kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang bangkit. Koreksi yang sudah lumayan dalam bisa melahirkan potensi technical rebound.

Target resisten terdekat ada di US$ 4.147/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten berikutnya adalah MA-10 di US$ 4.176/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.286/troy ons.

Namun andai harga emas jatuh lagi, maka US$ 4.102/troy ons bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko membuat harga melorot ke US$ 4.075-4.056/troy ons.

Target paling pesimistis adalah US$ 4.046/troy ons.

(aji)

No more pages