Bagaimana Penanganan Saat Terinfeksi Influenza A?
Sebagian besar kasus influenza dapat ditangani dengan perawatan suportif dan tidak selalu membutuhkan rawat inap. Saat mengalami gejala, pasien dianjurkan memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas berat agar tubuh memiliki cukup waktu untuk memulihkan diri.
Asupan cairan juga perlu diperhatikan, terutama apabila influenza disertai demam. Air putih, kaldu hangat, maupun minuman elektrolit dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Obat untuk meredakan gejala juga dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pereda demam dan nyeri seperti paracetamol dapat membantu mengurangi keluhan. Penggunaannya perlu mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
Aspirin tidak dianjurkan diberikan kepada anak-anak dan remaja karena memiliki risiko tertentu. Jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk menentukan penanganan lebih lanjut.
Penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir juga tidak ditujukan untuk seluruh pasien influenza. Pemberiannya dilakukan pada kondisi tertentu berdasarkan pertimbangan medis.
Selain menangani gejala, penderita juga perlu membatasi kontak dengan orang lain selama sakit untuk mengurangi risiko penularan. Etika batuk dan bersin serta mencuci tangan secara rutin juga penting dilakukan.
Perlukah Vaksin Influenza?
Dicky mengatakan vaksin influenza bermanfaat terutama untuk melindungi kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi berat akibat influenza.
"Vaksin influenza tentu sangat berguna untuk melindungi orang-orang yang masuk kategori risiko tinggi dari infeksi influenza yang bisa berakibat parah atau fatal atau kematian," ujarnya.
Meski demikian, vaksinasi tidak berarti seseorang tidak akan terinfeksi influenza sama sekali. Menurut Dicky, manfaat penting vaksin adalah menurunkan risiko mengalami penyakit berat, termasuk kematian.
"Tapi bukan berarti tidak akan sama sekali terinfeksi, tapi setidaknya risiko untuk mengalami keparahan itu jauh berkurang, terutama kematian," kata Dicky.
Dicky mengatakan vaksin influenza tidak harus diberikan kepada seluruh masyarakat. Vaksin terutama ditujukan bagi kelompok berisiko, termasuk orang dengan mobilitas tinggi.
Pemberian vaksin juga perlu dilakukan secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan dan strain yang beredar dapat berbeda dari waktu ke waktu.
"Jadi memang harus setiap tahun. Tapi kalau risikonya tidak tinggi untuk yang bersangkutan, tentu tidak wajib sebetulnya," pungkas Dicky.
(dec/spt)





























