Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Jhonlin Baratama akan memegang 10.084.088.370 saham BYAN. Jhonlin Baratama merupakan kendaraan investasi yang digunakan pengusaha Haji Isam untuk masuk ke BYAN.
Sebelumnya, Haji Isam sempat meneken CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026 untuk mengambil sekitar 30% saham beredar BYAN.
Dalam perjanjian awal itu, Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali BYAN.
Saat itu, Low Tuck Kwong diperkirakan masih memegang 6,95 miliar saham atau 20,85%, sedangkan Elaine Low akan memegang sekitar 3,79 miliar saham atau 11,39% BYAN.
Ditawar Murah
Mengutip laporan Bloomberg News sebelumnya, Haji Isam sempat dikabarkan menawar sekitar US$3 miliar secara tunai untuk membeli 62% saham Bayan Resources yang berbasis di Jakarta.
Sebagian pembayaran kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, kata beberapa sumber. Jika transaksi terjadi pada harga tersebut, nilainya akan mencerminkan diskon sekitar 80% terhadap level harga pasar saat ini.
Bayan Resources memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$26 miliar, menjadikan Low sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia.
Porsi saham mayoritas milik keluarga tersebut kemungkinan akan dijual dengan diskon besar karena jumlah saham beredar (free float) Bayan yang terbatas dan volume perdagangan yang tipis dapat membuat harga saham yang tercatat di pasar menjadi lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Prospek jangka panjang batu bara termal juga suram seiring konsumen beralih ke energi yang lebih bersih. Selain itu, pemerintah Indonesia telah memberlakukan kuota produksi batu bara yang telah membatasi aktivitas para pemain tambang domestik.
Pembicaraan mengenai penjualan masih berlangsung dan belum ada jaminan kesepakatan akan tercapai, menurut sumber-sumber tersebut.
Presiden Prabowo Subianto telah memangkas kuota produksi sejumlah produsen terbesar di Indonesia dalam upaya mendorong kenaikan harga batu bara. Perusahaan lain juga terkena denda besar akibat pelanggaran izin kehutanan.
Bayan termasuk perusahaan yang paling terdampak oleh pemangkasan kuota tersebut, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini. Para pesaing, termasuk PT Bumi Resources dan PT Adaro Andalan, sebagian besar terhindar dari pemangkasan besar produksi, Bloomberg melaporkan pada Februari.
Low lahir di Singapura dan pindah ke Indonesia ketika berusia awal 20-an. Ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 1992 dan mendirikan Bayan Resources pada 2004.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, sebagian besar kekayaannya berasal dari perusahaan tambang batu bara yang tercatat di bursa tersebut. Aset utamanya yang lain termasuk 78% saham perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Singapura, Metis Energy Ltd.
Jika seluruh pihak menyepakati persyaratan transaksi, kesepakatan tersebut dapat rampung sebelum akhir tahun, kata salah satu sumber. Isam kemungkinan akan memperoleh pendanaan dari bank-bank milik negara Indonesia, kata sumber lainnya.
Bayan Resources juga mengoperasikan sejumlah pelabuhan di Indonesia. Perusahaan tersebut menjual sekitar 68 juta metrik ton batu bara tahun lalu, ketika membukukan pendapatan sekitar US$3,4 miliar.
(fik/naw)



























