Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah menyebut naturalisasi atlet sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional. Namun, kebijakan tersebut juga ditegaskan tidak boleh mengesampingkan pembangunan sepak bola dari tingkat akar rumput atau grassroots.

Artinya, keberhasilan Timnas Indonesia kini berjalan melalui dua jalur. Naturalisasi dapat memperkuat skuad untuk kebutuhan prestasi jangka pendek, sementara pembinaan pemain muda menjadi fondasi untuk menjaga kesinambungan prestasi.

Arah tersebut juga terlihat dari program pemerintah. Kemenpora pada 2026 menjalankan program pembinaan talenta muda, termasuk festival grassroots U-10 dan U-12 Piala Presiden. Pemerintah juga mendorong penguatan manajemen talenta nasional dan integrasi data keolahragaan bersama sejumlah federasi olahraga, termasuk PSSI.

Dari sisi pendanaan, pemerintah sebelumnya meningkatkan dukungan kepada PSSI. Pada 2025, PSSI mendapat bantuan pemerintah sekitar Rp199,7 miliar, terbesar dibandingkan cabang olahraga lain dalam bantuan tahap pertama. Dana tersebut tidak hanya ditujukan untuk tim nasional senior, tetapi juga pengembangan timnas berbagai kelompok usia, perwasitan, kepelatihan, dan kompetisi.

Dukungan pemerintah terhadap olahraga juga terlihat dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pada 2026, Kemenpora memperoleh pagu sekitar Rp1,156 triliun, dengan Rp782,75 miliar dialokasikan untuk program keolahragaan. Anggaran tersebut mencakup berbagai cabang olahraga sehingga tidak seluruhnya diperuntukkan bagi sepak bola.

Selain pembinaan atlet, program olahraga pemerintah pada 2026 juga mencakup pengembangan talenta, pelatihan nasional, serta pembangunan ekosistem olahraga prestasi. Sepak bola menjadi salah satu cabang yang mendapat dukungan melalui program pembinaan pemain muda dan pengembangan prestasi tim nasional.

Pemerintah juga telah menempatkan sepak bola sebagai cabang olahraga strategis melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Dukungan pemerintah mencakup tim nasional berbagai level, pengembangan perwasitan dan kepelatihan, serta penyelenggaraan kompetisi.

Dengan berakhirnya penantian 35 tahun, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memenangkan satu turnamen. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian apakah kombinasi pemain naturalisasi dan pembinaan pemain muda mampu membentuk tim nasional yang kompetitif secara berkelanjutan.

Masih banyak kekurangan

Melihat hasil pertandingan semalam, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki oleh pelatih Timnas John Herdman. 

Salah satunya yang paling penting terkait mental para pemain serta mengurangi kesalahan-kesalahan kecil yang malah membuat rugi.

Dikarenakan pada tahun depan, Timnas RI akan menghadapi Piala ASIA 2027 dan satu grup dengan Jepang, Qatar serta Thailand. Dengan cara bermain semalam, sepertinya Timnas RI harus benar-benar bekerja keras untuk bisa lolos.

(spt)

No more pages