Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, bukan sekadar besarnya spread, tetapi apakah spread itu cukup untuk mengompensasi risiko nilai tukar dan risiko Indonesia yang sedang meninggi. Hal ini terkonfirmasi dari pergerakan Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang kembali naik ke 95,69.

Kenaikan CDS ini menunjukkan bahwa premi yang diminta investor untuk menanggung risiko kredit Indonesia ikut naik. Bahkan, yield obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS terkerek naik ke 6,29%, tertinggi sejak Oktober 2009. 

Yield INDON 10 tahun naik hingga 6,26%. (Bloomberg)

Di sisi lain, ruang penahan masih ada. Indonesia tercatat memiliki surplus perdagangan dan cadangan devisa yang dianggap cukup. Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga memiliki berbagai instrumen stabilisasi nilai tukar. 

Pelaku pasar akan mencermati posisi cadangan devisa yang akan diumumkan besok, serta kondisi perekonomian yang tergambar melalui persepsi masyarakat dalam Indeks Keyakinan Konsumen.

Rupiah hari ini diperkirakan melemah dengan target terdekat menuju level Rp17.950/US$ yang merupakan support pertama, dan berikutnya secara berharap tertahan di Rp17.980/US$. 

(dsp/aji)

No more pages