Walau begitu, tembaga mendapat dukungan dari booming investasi kecerdasan buatan yang sama yang membantu mendorong saham-saham teknologi mencapai rekor tertinggi. Pengeluaran besar-besaran untuk pusat data dan infrastruktur listrik menambah ekspektasi terhadap permintaan tembaga, sementara pasokan kesulitan untuk tumbuh di tengah kemunduran dan gangguan di tambang.
Harga logam merah ini sedang mengalami konsolidasi di dekat level rekor setelah prospek penerapan tarif AS mendorong para trader untuk mengirimkan ratusan ribu ton ke negara tersebut, yang berpotensi menyebabkan pasokan di tempat lain menipis.
Harga tembaga di LME ditutup naik 1,1% menjadi US$14.420 per ton. Logam utama lainnya juga naik tipis, dengan aluminium dan seng ditutup naik 0,9%. Aktivitas perdagangan relatif sepi karena pasar China masih tutup sehubungan dengan libur Golden Week.
(bbn)










