Logo Bloomberg Technoz

Juru bicara Grynkewich, Kolonel Martin O’Donnell, enggan membeberkan rincian rencana tersebut, tetapi menegaskan bahwa aliansi itu "murni bersifat defensif."

"Teori kemenangan Komandan Tertinggi Sekutu Eropa sangat sederhana: pertahankan keunggulan NATO," ujar O’Donnell. "Mengingat lingkungan keamanan global yang tidak menentu dan kompleks, kita perlu menciptakan kondisi dari sekarang untuk mencegah agresi dan, jika perlu, menang jika diserang."

Meskipun prinsip-prinsip umum NATO dalam berperang telah diketahui, komunikasi terbuka mengenai hal tersebut jarang dilakukan. Inisiatif ini dimaksudkan untuk meyakinkan publik mengenai kesiapan NATO sekaligus memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai alasan di balik peningkatan belanja pertahanan.

Dokumen tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada negara-negara sekutu bagaimana NATO akan mengintegrasikan senjata tradisional dengan kemampuan baru yang muncul sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022, sekaligus mendorong peningkatan investasi pertahanan dan persiapan yang lebih baik, menurut sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan untuk membahas masalah internal.

Strategi tersebut menekankan sifat defensif NATO dan upaya menghindari provokasi yang tidak disengaja, sekaligus secara eksplisit menyebut kebutuhan untuk secara kolektif menghadapi ancaman hibrida—tindakan agresif yang berada di bawah ambang konflik—sebagai bagian dari upaya pencegahan. Dengan menunjukkan kesiapan, NATO ingin membuat musuh menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat menang, menurut strategi tersebut.

Namun, jika NATO diserang, aliansi akan menghentikan serangan dengan memadukan pasukan darat dan aset lainnya melalui Eastern Flank Deterrence Initiative milik NATO, sebuah konsep yang mengandalkan drone berbiaya rendah, sistem dengan jumlah awak minimal, serta penargetan berbasis AI. Setelah memperoleh kebebasan untuk bermanuver, NATO akan berupaya menghancurkan sistem komando dan kendali musuh dengan tujuan mengalahkan pasukan Rusia secara cepat dan telak.

Negara-negara anggota NATO, terutama di Eropa, telah meningkatkan belanja pertahanan secara besar-besaran. Namun, muncul ketegangan mengenai cara menentukan prioritas antara persenjataan tradisional seperti tank dan teknologi alternatif yang semakin menonjol dalam konflik Ukraina.

Pada Senin (5/10), kepala intelijen luar negeri Jerman memperingatkan para anggota parlemen bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah melewati titik di mana ia bisa menghentikan serangan ke Ukraina "tanpa membahayakan basis kekuasaannya di dalam negeri," yang kian meningkatkan risiko keamanan di seluruh benua.

AS telah mengirimkan kuesioner kepada para sekutu NATO musim panas ini untuk mengukur belanja pertahanan mereka dan dukungan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump. Langkah ini menjadi acuan dalam pengambilan keputusan terkait rencana pemangkasan aset militer AS yang ditugaskan untuk membela Eropa.

Sebagai bagian dari kuesioner tersebut, AS menanyakan apakah para sekutu memiliki tambahan pasukan untuk dikomitmenkan kepada NATO guna mendukung rencana pertahanan Grynkewich.

(bbn)

No more pages