Logo Bloomberg Technoz

Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Senin (5/10/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, penguatan IHSG masih dibayangi foreign outflow mencapai Rp1,31 triliun, sehingga rebound belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren.

Fokus sentimen bergeser ke data ekonomi global, setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada September menunjukkan penciptaan lapangan kerja hanya 29 ribu, jauh di bawah ekspektasi sekitar 90 ribu, sementara unemployment rate melesat 4,2%. Data tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan The Fed pada Oktober dan berpotensi menjadi katalis positif bagi aset berisiko, kendatipun pasar tetap mencermati tekanan inflasi dari harga energi.

Secara teknikal, IHSG berpotensi memasuki fase konsolidasi setelah rebound dari area 6.000, namun momentum masih perlu dikonfirmasi. Support berada di 6.000–5.854, sementara resistance 6.100–6.110; kemampuan menembus 6.110 akan membuka ruang technical rebound lebih lanjut. 

“Selanjutnya, pasar akan mencermati ISM Services AS pada Senin, Fed Minutes pada Rabu, serta data jobless claims untuk memperbarui ekspektasi arah kebijakan The Fed,” papar BRI Danareksa.

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ENRG, COCO, dan DSSA.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut, pasar masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan pasar obligasi pemerintah. Dari AS, investor akan mencermati FOMC minutes, data ISM Service PMI, serta data awal Michigan Consumer Sentiment. Risalah rapat FOMC akan dirilis pada Rabu (7/10/2026) amat dinanti pasar, di mana investor akan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter The Fed. 

Data inflasi PCE dan non–Farm Payrolls yang lebih rendah dari prediksi, serta pernyataan dovish dari beberapa pejabat The Fed telah menimbulkan harapan The Fed akan pertahankan suku bunga pada Oktober. 

“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold, sedang histogram MACD masih dalam area negatif. IHSG ditutup di atas MA3,” mengutip analisis Phintraco, 

Diprediksi IHSG sideways cenderung menguat pada rentang 6.000–6.200 minggu ini. 

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ASII, BRMS, BBCA, BRPT, dan MDKA.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street seiring ekspektasi tidak dinaikkannya suku bunga acuan pada Oktober ini diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu melemahnya mayoritas harga komoditas dan berlanjutnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.980–5.920 dan resistance 6.090–6.150,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham AADI, PTBA, MAPI, ERAA, AALI, dan MDKA.

Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat yang didorong oleh: data tenaga kerja US yang melambat mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mereda; penguatan rupiah 0,47% ke level Rp17.882/US$, biarpun; tekanan dari outflow investor asing masih akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBRI, DSSA, dan ITMG.

(fad/wep)

No more pages