Nonfarm payrolls AS bertambah 29.000 pada bulan lalu setelah revisi turun terhadap data dua bulan sebelumnya. Angka tersebut meleset dari seluruh estimasi dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%, sebagian karena jumlah angkatan kerja yang bertambah.
“Data ketenagakerjaan September yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin seperti Goldilocks menambah ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga lagi bulan ini,” tulis Shane Oliver, kepala ekonom sekaligus kepala strategi investasi di AMP Ltd., dalam sebuah catatan.
Di tempat lain, real Brasil sedikit menguat setelah senator sayap kanan Flávio Bolsonaro secara mengejutkan unggul atas petahana Luiz Inácio Lula da Silva pada putaran pertama pemilihan presiden Brasil. Jika hasil tersebut dikonfirmasi dalam penghitungan akhir, Bolsonaro akan menjadi kandidat favorit dalam putaran kedua yang digelar akhir bulan ini.
Harga emas relatif tidak berubah setelah mencatat kerugian mingguan terbesar sejak Juni, ketika kenaikan imbal hasil obligasi mengalahkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga.
Meski laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan memicu reli singkat pada Treasury pada Jumat, pasar obligasi masih berada dalam tekanan akibat aksi jual selama berbulan-bulan yang didorong kekhawatiran terhadap inflasi yang persisten, belanja pemerintah, serta lonjakan pinjaman korporasi untuk membiayai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun pekan lalu mencapai level tertinggi sejak 2002.
Lelang Treasury bertenor 10 dan 30 tahun pekan ini akan menguji permintaan investor terhadap surat utang dengan jatuh tempo lebih panjang. The Fed juga akan merilis risalah pertemuan September pada Rabu, yang dapat mengungkap kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap tren harga dan ekspektasi yang mendasarinya.
Investor juga mewaspadai tanda-tanda penularan di pasar obligasi pemerintah Eropa setelah aksi jual terakhir memicu kembali ingatan terhadap krisis utang kawasan tersebut 15 tahun lalu.
“Kurva imbal hasil obligasi global menjadi lebih curam dalam sepekan terakhir, dan volatilitas imbal hasil instrumen pendapatan tetap yang kita lihat akhirnya mulai mendapat perhatian lebih luas di pasar keuangan,” tulis Mark Dowding, chief investment officer untuk fixed income di RBC BlueBay Asset Management, dalam sebuah catatan.
“Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral secara berturut-turut tampaknya sedikit mereda.”
(bbn)





























