Logo Bloomberg Technoz

Kemajuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pembatasan ekspor teknologi oleh AS, seperti chip buatan Nvidia Corp., yang bertujuan membatasi kemajuan AI China dan mencegah perusahaan seperti Huawei Technologies Co. mengembangkan alternatif mereka sendiri.

Kemajuan China tersebut “semakin menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan supremasi teknologi AS di bidang AI dalam jangka panjang,” kata Lea.

Kedua negara adidaya tersebut berlomba untuk mendominasi teknologi yang menjadi penggerak produktivitas ekonomi, kepemimpinan militer, dan pengaruh global.

Model AI China yang berbiaya lebih rendah semakin mempersempit kesenjangan dengan pesaing AS dalam jumlah pengguna, pada saat yang sama ketika Anthropic dan OpenAI mengejar valuasi hingga triliunan dolar dalam debut mereka di pasar saham dengan mengedepankan keunggulan kemampuan teknologi mereka.

DeepSeek V4.1 Flash menempati peringkat keenam secara global pada bulan lalu berdasarkan LiveBench, menjadikannya model China dengan peringkat tertinggi sejak startup tersebut mencuri perhatian melalui model reasoning R1 pada 2025.

LiveBench memberikan skor kepada model AI berdasarkan respons dan analisis mereka terhadap pertanyaan, teka-teki, atau tugas, dalam proses yang mirip dengan pengukuran IQ manusia.

DeepSeek terakhir mencatat skor LiveBench sebesar 81,1, di bawah skor terbaik Anthropic sebesar 83,4. Artinya, model DeepSeek memberikan “kinerja yang sebanding” dengan sistem AI terkemuka dari Anthropic dan OpenAI, kata Lea.

Namun, meski kesenjangan skor telah menyempit menjadi hanya 3%, hanya tiga dari 15 model teratas berdasarkan penilaian LiveBench yang berasal dari China.

Lea mengingatkan bahwa peringkat tersebut dapat berubah, dan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan bisa tetap sulit dicapai terlepas dari posisi di papan peringkat.

Model-model China menghadapi pengawasan regulasi AS yang semakin ketat, bahkan potensi larangan, menyusul tuduhan model distillation.

Industri AI China dapat tetap merugi hingga 2030, kata Lea. Fokus pada pasokan token dengan margin rendah serta perang harga yang sengit dapat membuat perusahaan mana pun sulit memperoleh keunggulan kompetitif di pasar domestik yang dibanjiri lebih dari 1.100 large language models.

Doubao milik ByteDance Ltd. menjadi yang terdepan dalam monetisasi aplikasi AI, sementara chatbot milik pesaingnya, DeepSeek dan Tencent Holdings Ltd., masih tersedia secara gratis, kata Lea.

“Menempatkan sektor AI China pada fondasi keuntungan yang berkelanjutan akan membutuhkan meredanya tekanan persaingan, konsolidasi industri, serta pendekatan penetapan harga yang lebih rasional,” katanya.

(bbn)

No more pages