Logo Bloomberg Technoz

Dia menambahkan bahwa negara-negara perlu bekerja sama untuk mengendalikan ancaman yang jauh lebih besar dari model AI yang sangat kuat. Kecerdasan super di tangan yang salah dapat menjadi “sangat berbahaya,” ucap Masayoshi Son.

Hal ini merupakan peringatan yang tidak biasa dari Masayoshi Son, yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran menyusul pelanggaran keamanan yang mengkhawatirkan oleh model AI dalam beberapa bulan terakhir.

Miliarder Jepang berusia 69 tahun ini telah mengalokasikan dana SoftBank sebesar hampir US$65 miliar ke OpenAI, pencipta ChatGPT, dan telah bertahun-tahun berbicara tentang kemampuan AI untuk memberikan imbal hasil investasi dan membantu umat manusia.

Kratsios berada di kota tersebut di Jepang untuk mengumumkan inisiatif yang dipimpin AS dan melibatkan 17 negara guna memanfaatkan AI secara lebih optimal demi mempercepat penelitian ilmiah.

Perwakilan dari berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Inggris, Jerman, Singapura, dan Uni Emirat Arab, bergabung dengan Kratsios di atas panggung untuk merayakan acara tersebut. Daftar negara yang pada awalnya mendukung pernyataan Gedung Putih tidak mencakup China.

“Di laboratorium cloud yang berjalan otomatis yang beroperasi dalam skala industri, sistem robotik akan melakukan ratusan eksperimen secara paralel, menghasilkan data yang digunakan untuk analisis waktu nyata dan penyempurnaan hipotesis,” kata Kratsios.

Mesin mampu mensintesis ribuan makalah dan meringkas penelitian bertahun-tahun menjadi “puluhan jam kerja oleh pasukan agen digital yang membantu peneliti manusia,” tambahnya.

Sementara itu, kemampuan layanan AI akan terus tumbuh secara eksponensial, kata Masayoshi Son.

Ilustrasi SoftBank (Bloomberg)

Teknologi di balik chatbot kini membantu layanan AI menjelajahi situs dan menulis kode, dengan memanfaatkan jumlah chip serbaguna yang terus meningkat. Program-program tersebut selanjutnya akan memasuki fase ketiga dan siap membantu robot serta mesin lain berinteraksi dengan dunia fisik mulai tahun depan, ujarnya.

Masayoshi Son menegaskan kembali proyeksi jangka panjangnya bahwa AI dan mesin dengan kemampuan belajar akan menyumbang setidaknya 20% dari produk domestik bruto global pada tahun 2040, atau setara dengan US$46 triliun. “Ini baru permulaan.”

Bill Gates Bocorkan 3 Profesi yang Tak Bakal Punah Diganti Robot (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

(bbn)

No more pages