“Kita tidak boleh kehilangan keunggulan kita terhadap China.”
“Orang-orang di laboratoriumlah yang harus bertanggung jawab, dan saya setuju dengan hal itu. Saya rasa pihak laboratorium juga sudah mulai sependapat dengan cara berpikir tersebut,” ujar Bessent.
Tak Ada Aturan Baru
Dalam pertemuan dengan para eksekutif terkemuka industri, termasuk Musk, CEO Microsoft Satya Nadella, Mark Zuckerberg dari Meta Platforms Inc., CEO Palantir Technologies Inc. Alex Karp, dan Presiden OpenAI Greg Brockman, pekan lalu, presiden AS itu menampik gagasan tentang peraturan federal baru.
“Ada keyakinan bahwa harus ada pengaturan mandiri yang sangat ketat, dan kita secara otomatis memiliki pengaturan melalui Departemen Kehakiman, FBI, dan sebagainya, tetapi pengaturan mandiri itu sangat penting,” kata Trump kepada wartawan saat itu.
Sebagai gantinya, Trump mendukung penggunaan auditor eksternal untuk menilai keamanan sistem AI dalam kesepakatan tidak mengikat dengan para pemimpin Silicon Valley.
Bessent mengatakan kepada Axios bahwa AS juga akan berupaya memitigasi risiko melalui sistem pemberitahuan bilateral dengan China yang bertujuan mengurangi ketidakpastian, berbagi peringatan mengenai insiden serius, dan membantu kedua pemerintah merespons sebelum masalah AI meningkat atau menyebar secara global
Menteri Keuangan AS dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng membahas AI selama pembicaraan di New York pada bulan September, dan menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk membentuk “dialog AI AS-China” untuk mencoba mengembangkan pemahaman bersama mengenai manfaat dan ancaman teknologi tersebut. Keduanya bertemu tak lama sebelum KTT antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping di Washington, di mana AI menjadi salah satu topik pembahasan.
Xi mengatakan kepada Trump selama kunjungannya bahwa Tiongkok dan AS dapat terus mendiskusikan AI, bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaatnya, serta bekerja sama untuk mencegah penyalahgunaannya, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua China.
Bessent mengatakan kepada Axios bahwa mereka membahas risiko-risiko seperti agen AI yang tidak terkendali dan aktor non-negara yang menggunakan AI untuk ancaman siber atau biologis.
“Banyak dari model-model China ini sangat kuat — meski tidak sekuat model-model AS — tetapi Anda mendapatkan sesuatu yang 80%, 90% sekuat model AS, tanpa pengaman yang dapat diimpor ke mana saja di dunia,” kata Bessent kepada media tersebut.
Namun, ketika ditanya mengenai seruan para eksekutif industri AI untuk regulasi, Bessent menjawab: “Kalau begitu mereka harus memperlambat laju pengembangan.”
“Kami menginginkan percepatan yang aman. Orang-orang di laboratoriumlah yang harus bertanggung jawab, dan saya setuju dengan hal itu,” pungkas dia.
(red)

























