Pengungkapan mengenai pemecatan kopilot tersebut dari Oman Air kemungkinan akan memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana al-Hammami bisa mendapatkan pekerjaan di FlyDubai, maskapai saudara dari Emirates Airline.
Chief Executive Officer FlyDubai, Ghaith Al Ghaith, sebelumnya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa masih ada “banyak pertanyaan” mengenai apa yang terjadi di dalam Pesawat Penerbangan FZ1073 dan bahwa “penting bagi kita untuk membiarkan proses ini mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya.”
Maskapai tersebut belum merilis daftar penumpang yang memuat identitas para penumpang dan awak pesawat.
Fakta bahwa seorang pilot asal Oman berada di dalam pesawat yang menuju Tel Aviv telah menimbulkan kekhawatiran mengenai celah keamanan, karena Israel dan Oman tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, sehingga membatasi akses warga negara masing-masing ke negara lain.
Menteri Transportasi Israel Miriam Regev menyebutnya sebagai “pelanggaran jelas terhadap perjanjian” dan meminta badan keamanan Shin Bet untuk menyelidikinya, menurut Jerusalem Post.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengatakan kepada stasiun televisi Channel 12 pada Sabtu bahwa “banyak hal” masih belum diketahui, termasuk apakah pelaku memiliki kewarganegaraan ganda. Tujuan pelaku, tambahnya, termasuk merusak hubungan antara Israel dan UEA.
Penyelidikan terhadap Penerbangan FZ1073 masih berupaya menentukan motif yang mungkin ada di balik operasi tersebut serta pihak-pihak yang mungkin terkait, kata Jaksa Agung Federal UEA, Hamad Al Shamsi, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu melalui kantor berita milik pemerintah, WAM.
Pengujian teknis terhadap bukti fisik dan digital juga sedang dilakukan, kata dia.
(bbn)




























