Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah lonjakan harga solar yang mencapai rekor. Bahan bakar ini menjadi penggerak penting perekonomian modern, mulai dari mengoperasikan peralatan pertanian dan mendukung aktivitas pengiriman barang di AS hingga memasok panas dan listrik bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Peran penting solar sebagai bahan bakar utama bagi sektor pengiriman dan perdagangan membuat kenaikan harganya berdampak luas terhadap perekonomian. Kondisi ini mendorong kenaikan biaya berbagai barang konsumsi menjelang pemilihan paruh waktu AS pada November.

Keputusan Trump tersebut menandai perubahan sikap dari pertimbangannya sebelumnya untuk membatasi ekspor solar. Langkah itu sekaligus menjadi penolakan terhadap desakan sejumlah anggota Partai Republik dari wilayah pedesaan dan Midwest yang menghadapi persaingan ketat dalam pemilu. Mereka sebelumnya meminta pembatasan ekspor guna menekan harga bahan bakar yang membebani pemilih menjelang pemungutan suara.

Pada Jumat, Trump kembali menegaskan bahwa larangan ekspor solar tidak pernah benar-benar menjadi pilihan serius. "Kami tidak pernah berniat melakukannya," kata dia kepada wartawan. "Saya rasa memang tidak pernah."

Bulan lalu, Trump mengatakan dirinya telah mendorong para penasihatnya untuk mendukung kebijakan tersebut.

Pendekatan Trump saat ini juga mencerminkan upayanya menyeimbangkan kepentingan dua kelompok pendukung utamanya, yakni komunitas pertanian di wilayah tengah AS, tempat sejumlah petahana Partai Republik menghadapi persaingan ketat, serta industri minyak yang diuntungkan oleh dukungan Trump terhadap bahan bakar fosil.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk Senator Chuck Grassley dari Iowa dan Dan Sullivan dari Alaska, yang menghadapi persaingan ketat dalam pemilihan kembali, telah mendorong pembatasan ekspor.

Namun, para pemimpin industri minyak dan pakar energi memperingatkan bahwa pembatasan penjualan solar ke luar negeri paling jauh hanya akan memberikan keringanan harga dalam jangka pendek. Setelah itu, harga justru berisiko kembali melonjak dengan cepat karena penumpukan persediaan di dalam negeri dapat mendorong produsen dan kilang minyak AS mengurangi produksi.

Sejumlah pejabat di pemerintahan Trump, termasuk Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, juga telah menyampaikan kekhawatiran serupa dalam pembahasan internal.

Biaya bahan bakar dan berbagai barang konsumsi lainnya menjadi salah satu keluhan utama pemilih menjelang pemilihan paruh waktu. Harga solar, khususnya, melonjak akibat perang di Rusia dan Timur Tengah yang mengganggu aktivitas pengilangan serta distribusi energi melalui jalur laut.

Menurut organisasi otomotif AAA, harga rata-rata solar di tingkat konsumen AS mencapai US$6,37 per galon pada Jumat.

Pelepasan cadangan minyak yang diumumkan pada Jumat dan dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA) diperkirakan hanya akan memberikan keringanan dalam jangka pendek. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pelepasan pasokan akan berlangsung selama empat bulan ke depan, dengan prioritas awal pada solar.

Eropa sangat bergantung pada ekspor solar dari AS. Karena itu, pelepasan cadangan tersebut dipandang sebagai upaya untuk mencegah AS melarang penjualan bahan bakar ke luar negeri. Negara-negara G-7 kini kembali menegaskan komitmen mereka untuk "menahan diri dari pembatasan ekspor energi dan produk energi" di antara negara-negara anggota.

Di AS, para eksekutif industri minyak terus mendesak pejabat pemerintahan Trump agar mempertimbangkan opsi lain. Mereka memperingatkan bahwa pembatasan ekspor, bahkan jika hanya diberlakukan dalam jangka pendek, dapat memicu pengurangan produksi di dalam negeri dan merugikan sekutu AS di Eropa serta Amerika Latin.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan secara serius oleh pemerintahan Trump adalah mencabut pembatasan penjualan solar merah atau solar yang diberi pewarna. Bahan bakar tersebut umumnya digunakan untuk kendaraan dan peralatan di luar jalan raya serta dibebaskan dari pajak. Kebijakan ini akan memungkinkan pengecer menjual solar berwarna tersebut, yang dibebaskan dari cukai federal sebesar 24 sen per galon, untuk digunakan pada truk dan kendaraan lain yang melintas di jalan raya.

(bbn)

No more pages