Informasi yang terungkap dalam insiden tersebut meliputi nama nasabah, nomor telepon, pendapatan tahunan, dan batas pinjaman, demikian menurut pihak bank.
Insiden ini menyoroti risiko keamanan siber yang sedang berkembang, karena AI memungkinkan peretas untuk mengotomatiskan pencarian celah keamanan di sejumlah besar sistem.
Badan Pengawas Keuangan Korsel telah memulai inspeksi darurat di lokasi untuk memastikan sifat dan skala kebocoran data di Shinhan, demikian kata seorang juru bicara regulator tersebut. Hal ini terjadi di tengah sorotan terhadap lembaga keuangan Korsel lainnya terkait keamanan data.
KB Kookmin Bank mengatakan pada hari Jumat bahwa informasi pribadi 119 nasabah telah bocor akibat serangan dari pihak luar.
Komisi Jasa Keuangan Korsel dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan bank-bank lokal pada hari Jumat untuk membahas insiden kebocoran data tersebut.
Mun Chong-hyun, direktur di Genians, sebuah perusahaan keamanan siber, mengatakan bahwa beberapa serangan terbaru di Korsel melibatkan alat-alat AI yang dikembangkan dan dibagikan untuk tujuan pertahanan. Namun, alat-alat tersebut dapat menjadi “pedang bermata dua” ketika digunakan dalam upaya peretasan untuk memfasilitasi kejahatan.
“Bersamaan dengan kemajuan teknologi terkait AI, kode sumber dibagikan tanpa pandang bulu dan digunakan untuk upaya peretasan AI yang berbahaya, sehingga banyak orang perlu waspada,” tambah Mun.
Jumlah korban kebocoran data Shinhan relatif kecil dibandingkan dengan beberapa kebocoran data terbesar di Korsel.
“Kebocoran data ini cukup mengkhawatirkan karena telah mengekspos informasi pribadi dan keuangan,” kata Sungho Hwang, manajer negara Korea di NordVPN.
“AI generatif telah membuat serangan-serangan ini semakin meyakinkan,” tambah dia.
Korsel pernah mengalami insiden kebocoran data yang jauh lebih besar, termasuk insiden di Lotte Card Co. yang mengakibatkan bocornya informasi milik hampir 3 juta pelanggan. Serangan siber terhadap unit Coupang Inc. di Korsel berdampak pada lebih dari 33 juta akun, dan otoritas pengawas privasi negara tersebut menjatuhkan denda rekor kepada raksasa e-commerce tersebut terkait insiden tersebut serta pelanggaran privasi lainnya.
(bbn)






























