Sebanyak 364 saham melemah, dan 250 saham menguat. Sementara, 145 saham tidak bergerak.
Untuk perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan jual cukup luas hingga investor asing mencatat net sell mencapai lebih dari Rp240 miliar di pasar reguler.
Sentimen domestik turut dipengaruhi ketidakpastian pasca-reshuffle Kabinet Merah Putih, di tengah nilai tukar rupiah dan pasar saham yang masih berada dalam tekanan, sebut BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).
Fokus sentimen selanjutnya bergeser ke rilis data ekonomi global, terutama data tenaga kerja AS yang akan menjadi perhatian dalam membaca arah kebijakan The Fed. Dari domestik, pasar juga akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah menembus support Fibonacci 6.019 dan ditutup dekat level psikologis 6.000. MACD masih menunjukkan bearish momentum, sehingga Indeks berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200.
“Support berikutnya berada di 5.854, sedangkan resistance 6.185–6.240; kemampuan kembali menembus 6.185 menjadi konfirmasi awal untuk membuka ruang technical rebound,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas,
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ENRG, COCO, dan VKTR.
Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, inflasi Indonesia tercatat 3,28% year–on–year/yoy pada September 2026, meningkat dari 3,19% yoy pada Agustus, dengan inflasi bulanan sebesar 0,3% dan inflasi inti 2,84% yoy. Kenaikan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,37% yoy. Kendatipun inflasi headline meningkat, inflasi inti yang masih relatif terkendali menunjukkan tekanan permintaan domestik belum terlalu kuat, sehingga diperkirakan inflasi ini belum memberikan tekanan besar bagi BI untuk mengetatkan kebijakan moneter.
“Namun, kenaikan harga pangan perlu dicermati karena dapat meningkatkan risiko tekanan inflasi ke depan. Dampak inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya daya beli konsumen,” terang Phintraco.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham AADI, VKTR, DSSA, PTRO, dan CUAN.
CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, menguatnya Bursa Wall Street, naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing, tertekannya nilai tukar rupiah dan masih tertekannya sektor teknologi akibat perubahan batas minimal harga saham berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.950–5.890 dan resistance 6.070–6.130,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham CUAN, AKRA, SSIA, ERAA, PTRO, dan BDMN.
Panin menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tren kenaikan yield obligasi di global, melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini, melemahnya rupiah serta masih derasnya outflow dana asing
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DEWA, INDY, dan BUKA.
(fad)


























