Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan rupiah kemarin, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan sehari sebelumnya pada Rabu (30/9/2026), belum mampu mengubah tren tekanan secara fundamental. 

Hal ini juga terlihat dari pergerakan obligasi pemerintah Indonesia yang kembali terkerek, utamanya pada tenor pendek. Pagi ini, yield tenor 1 tahun naik 0,4 bps jadi 6,78% dan tenor 2 tahun naik 0,6 bps ke 6,81%. Begitu juga tenor 7 tahun naik 3,8 bps jadi 7,14%. 

Dari domestik, perubahan kabinet dan adanya pembentukan tiga posisi baru di dalamnya juga menjadi perhatian.

Dari perspektif pasar, bertambahnya posisi dalam pemerintahan dapat menimbulkan pertanyaan mengenai desain kelembagaan dan pembagian kewenangan, terutama jika posisi-posisi itu berkaitan langsung dengan sektor strategis dan pengelolaan sumber daya ekonomi. 

Salah satu perubahan yang paling mendapat perhatian adalah meningkatnya posisi Bahlil Lahadalia yang kini memperoleh mandat lebih luas terkait hilirisasi dan transisi energi. Perubahan ini jadi penting karena sektor komoditas memiliki kontribusi besar terhadap ekspor Indonesia sekaligus menjadi salah satu sumber devisa utama. 

Meski pergerakan rupiah utamanya dipicu oleh kondisi eksternal yang belum kondusif, namun reshuffle kabinet kemarin juga menjadi faktor tambahan yang memperbesar volatilitas rupiah hari ini. 

Pelaku pasar akan mencermati bagaimana perubahan kabinet itu dan menerjemahkan kondisi ini menjadi ekspektasi soal kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah ke depan. 

Di tengah kondisi dan sentimen yang ada, rupiah berpotensi konsolidasi di rentang Rp17.870-Rp17.980/US$ dan berpotensi menguji kembali area psikologis di level Rp18.000/US$. 

Analisa Teknikal 

Analisis Teknikal Rupiah Jumat 2 Oktober 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal nilai tukar rupiah masih dibayang-bayangi potensi pelemahan, mencermati berbagai sentimen hingga wait and see pasar, dengan pelemahan terdekat menuju level Rp17.980/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua berharap tertahan di Rp18.000/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp18.100/US$ sebagai support terkuatnya.

Jika nilai tukar rupiah terjadi penguatan hari ini, resistance menarik dicermati pada level di range Rp17.900/US$ dan selanjutnya Rp17.870/US$.

Adapun rupiah sejatinya masih ada potensi penguatan optimistis lanjutan jika nantinya sentimen pasar mulai membaik menuju resistance potensialnya ke level Rp17.800/US$ biarpun saat ini masih terbatas peluangnya.

(riset)

No more pages