Logo Bloomberg Technoz

Pimpinan DPR Mike Johnson menggambarkan dokumen tersebut sebagai serangkaian “komitmen” “sukarela” dari industri untuk menerapkan “pengendalian internal yang kuat serta berbagai lapisan tinjauan internal dan eksternal.”

Tekanan untuk mengambil tindakan semakin meningkat menyusul insiden pelanggaran keamanan yang menjadi sorotan publik akibat model AI yang tidak terkendali, yang memicu seruan dari para pengembang AI di Silicon Valley dan para pemimpin dunia untuk menetapkan standar baru terkait teknologi tersebut. 

Meski demikian, pernyataan Trump seolah-olah menuangkan air dingin pada anggapan bahwa pemerintahannya mungkin akan mengendurkan penolakan kerasnya terhadap langkah-langkah pengamanan AI baru dari pemerintah dan menjadi lebih terbuka terhadap aturan baru.

Trump menyambut para eksekutif tersebut dalam jamuan makan siang bersama Johnson, yang juga dihadiri oleh para pelaku industri teknologi lainnya, termasuk CEO Meta Platforms Inc. Mark Zuckerberg, CEO Palantir Technologies Inc. Alex Karp, dan Presiden OpenAI Greg Brockman. Keputusan untuk bahkan membahas keamanan AI tampaknya menandai perubahan bagi Trump, yang baru pekan lalu menolak kekhawatiran akan risiko bencana sebagai “hoaks.”

Dalam penampilan dadakan di jalan masuk West Wing setelah acara tersebut, Trump mengemukakan gagasan tentang sebuah “komite” yang beranggotakan sekitar 10 orang yang akan membantu “mengawasi seluruh usaha ini.” Dia tak memberikan rincian lebih lanjut.

Para pemimpin industri yang bergabung dengan Trump di luar Gedung Putih sebagian besar mendukung keinginan presiden untuk mempertahankan pendekatan non-intervensi dan membiarkan perusahaan AI mengatur diri sendiri. Huang, yang perusahaannya memproduksi chip yang telah membantu mendorong ledakan AI, mengatakan bahwa ia tidak melihat “konflik antara inovasi, teknologi, dan keamanan.”

“Kita harus menciptakan teknologi baru untuk meningkatkan kemampuan AI,” kata Huang, sehari setelah Nvidia meluncurkan alat keamanan perangkat lunak baru yang dirancang untuk mencegah agen AI bertindak di luar kendali. “Namun, kita juga menciptakan teknologi baru untuk meningkatkan keamanan AI.”

Peserta industri lainnya termasuk CEO Microsoft Corp. Satya Nadella, Elon Musk dari SpaceX, dan Lisa Su dari Advanced Micro Devices Inc., menurut daftar yang dirilis oleh Gedung Putih.

Silang pendapat seputar keamanan AI telah menimbulkan dilema politik bagi Trump, yang telah menampilkan dirinya sebagai salah satu pendukung AI paling vokal di negara ini, dengan berargumen bahwa pengembangan AI tanpa hambatan merupakan kunci untuk mengungguli Tiongkok dan menopang perekonomian AS. Namun, jajak pendapat menunjukkan bahwa masyarakat Amerika semakin waspada terhadap risiko teknologi tersebut, termasuk hilangnya lapangan kerja, kenaikan biaya listrik, dan serangan siber besar-besaran, yang mengancam akan menempatkan Trump di sisi yang salah dalam isu ini menjelang pemilihan sela bulan November.

(bbn)

No more pages