Pengalaman Dradjad di pemerintahan juga cukup panjang. INDEF mencatat ia pernah menjadi penasihat kebijakan pertanian di Kantor Staf Presiden (KSP), penasihat kebijakan pangan untuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, penasihat DPR RI, penasihat Tim Nasional Perundingan Perdagangan Internasional, serta Ketua Kelompok Ahli Dewan Ketahanan Pangan.
Dradjad juga pernah menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara (BIN). Pengalaman tersebut membuat kiprahnya tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga kebijakan publik, pangan, perdagangan, hingga isu strategis.
Di sektor korporasi, Dradjad resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PNM pada Juli 2025. Posisi tersebut masih tercatat dalam profil manajemen PNM saat ini.
Dalam perannya di PNM, Dradjad juga terlibat dalam sejumlah komite di tingkat dewan komisaris. PNM mencatatnya sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko dan anggota sejumlah komite lainnya.
Pada 2026, Dradjad juga tercatat sebagai bagian dari tim ahli Menko Pangan. Dalam pembahasan mengenai RAPBN 2027, misalnya, ia menyampaikan pandangannya mengenai peningkatan penerimaan pajak dan ruang fiskal pemerintah.
Keterlibatan Dradjad dalam isu pangan juga sejalan dengan rekam jejaknya sebagai penasihat kebijakan pangan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia turut memberikan pandangan mengenai kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan fiskal.
Kini pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik dia menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
(roy)






























